MataAir.or.id – Profesor Ari Kuncoro terpilih menjadi Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024. Berdasarkan hasil voting pada Rabu 25 September 2019, Ari unggul atas dua kandidat lainnya, Prof Abdul Haris dan Prof Budi Wiweko.

Setelah terpilih menjadi Rektor UI, Ari mengatakan akan melakukan sinergi dengan berbagai pihak agar UI lebih baik.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini bertekad untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki kampusnya.

“Kami akan sinergi, kolaborasi,” kata Ari, Rabu (25/9/2019).

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, Saleh Husin berharap rektor terpilih dapat menjadi nakhkoda yang membawa UI mencapai tujuan, salah satunya menjadikan UI World Class Campus.

Saleh menegaskan, tantangan yang diemban rektor UI sangat berat salah satunya terkait anggaran. “Karena kalau mau menuju sesuatu yang besar, tentu memerlukan anggaran, tentu ini perlu dilakukan selain anggaran dari pemerintah, tentu juga dengan berkolaborasi dengan unsur dalam hal ini pihak industri, pihak swasta untuk berkolaborasi misalnya di bidanmg riset. Sehingga risetnya itu nanti bermanfaat untuk dunia usaha,” katanya.

Saat ini UI berada di peringkat 296 universitas dunia. Sementara di Asia, UI berada di peringkat sembilan. Targetnya ke depan UI masuk lima besar dan mampu menembus di angka 200 di dunia.

“Tetapi kembali lagi, untuk Pak Ari yang terpilih jangan jumawa, tapi merangkul teman-teman yang berpartisipasi. Karena, kita tahu program-programnya cukup bagus. Yang kalah, tidak harus kecewa, tapi kita harus bersatu untuk membangun UI,” paparnya.

Dia menjelaskan, proses penjaringan calon rektor telah dilakukan kurang lebih lima bulan. Hingga akhirnya terpilih rektor berdasarkan musyawarah bersama.

Penetapan Rektor terpilih dilakukan melalui proses Rapat Paripurna MWA UI yang akan dilakukan di Ruang Rapat, Makara Art Center, Kampus UI Depok, Rabu (25/9/2019).

Di dalamnya akan membahas dan mengevaluasi hasil debat publik sesuai dengan persyaratan, yang kemudian akan menetapkan rektor terpilih melalui mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat atau pemungutan suara oleh anggota MWA.

“Jika mufakat tidak tercapai, MWA melakukan pemungutan suara untuk menetapkan rektor terpilih,” paparnya.

Sumber: www.sindonews.com

Categories: News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.