Android

Realme UI vs MIUI: mana yang lebih banyak iklan bloatwarenya?

Tahukah kamu bahwa ponsel Android baru sering kali sudah dibebani oleh puluhan aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus? Fakta mengejutkan ini bukan hanya menguras memori, tetapi juga bisa mempengaruhi kecepatan dan kenyamanan kamu sehari-hari.

Bagi pengguna setia Android di Indonesia, pengalaman menggunakan smartphone haruslah mulus dan bebas gangguan. Sayangnya, antarmuka kustom dari berbagai produsen kerap menjadi sumber tambahan iklan dan aplikasi yang tidak diinginkan.

Dua sistem operasi kustom yang paling banyak dibicarakan adalah Realme UI dan MIUI. Keduanya menawarkan fitur lengkap, namun juga membawa pertanyaan besar: mana yang lebih bersih dari gangguan?

Artikel ini hadir untuk menjawab rasa penasaran itu dengan analisis yang jujur. Kami akan membandingkan secara detail bagaimana kedua antarmuka ini menangani iklan dan aplikasi bawaan. Tujuannya sederhana: membantu kamu memilih yang paling sesuai dengan preferensi kenyamanan.

Persaingan ketat antara kedua brand di pasar Indonesia membuat topik ini sangat relevan. Mari kita mulai perjalanan untuk menemukan antarmuka yang memberi pengalaman terbaik untuk perangkat kamu.

Poin-Poin Penting

  • Memahami dampak bloatware dan iklan pada kinerja perangkat.
  • Mengenal karakteristik dua antarmuka Android populer di Indonesia.
  • Analisis objektif mengenai sumber dan frekuensi gangguan yang muncul.
  • Konteks persaingan pasar yang mempengaruhi strategi pengembang.
  • Tips praktis untuk membersihkan smartphone dari aplikasi tidak penting.
  • Panduan memilih sistem operasi kustom berdasarkan preferensi kenyamanan.
  • Eksplorasi fitur bawaan yang dapat membantu mengurangi iklan.

Pendahuluan: Pertarungan Dua Raksasa Android di Indonesia

Dominasi Android yang mencapai 76% pangsa pasar mobile menciptakan ekosistem yang sangat kompetitif. Pabrikan smartphone tidak hanya berlomba menawarkan hardware terbaik.

Mereka juga mengembangkan lapisan software kustom sendiri sebagai strategi utama. Tujuannya adalah menguasai pasar dan membangun loyalitas pengguna.

Lapisan ini sering disebut sebagai Android skin atau UI skin. Pada dasarnya, ini adalah modifikasi tampilan dan fungsi pada sistem operasi Android dasar.

Produsen seperti Realme dan Xiaomi melakukannya untuk memberikan ciri khas. Skin ini menjadi wajah yang langsung berinteraksi dengan pemilik phone.

Kualitas sebuah skin adalah salah satu penentu utama pengalaman pengguna atau user experience. Di pasar yang padat, fitur unik di software bisa menjadi pembeda yang kuat.

Keberhasilan sebuah perangkat kini tidak hanya diukur dari spesifikasi hardware. Kematangan dan kenyamanan software yang menyertainya sama pentingnya.

Dua antarmuka kustom yang sangat populer di kalangan konsumen Indonesia adalah Realme UI dan MIUI. Keduanya menjangkau segmen harga yang sangat beragam, dari entry-level hingga flagship.

Persaingan ketat antara kedua brand ini memicu perdebatan hangat di komunitas. Topik seperti jumlah aplikasi bawaan dan kehadiran iklan dalam sistem sering menjadi bahan perbandingan.

Pilihan skin Android yang kamu gunakan bisa berdampak nyata. Kinerja device, ketahanan baterai, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari turut dipengaruhinya.

Aspek Android Stock (AOSP) Android Skin (Custom UI)
Tampilan & Pengalaman Sederhana, bersih, dan mendekati desain Google asli. Minim modifikasi. Unik, memiliki identitas brand yang kuat dengan animasi, ikon, dan menu yang dikustomisasi.
Fitur Bawaan Hanya menyertakan aplikasi inti dari Google. Sangat minimalis. Menambahkan banyak fitur dan apps buatan pabrikan untuk nilai tambah, yang kadang dianggap berlebihan.
Tingkat Kustomisasi Terbatas. Pengguna lebih bergantung pada aplikasi pihak ketiga untuk penyesuaian. Sangat tinggi. Banyak pengaturan tema, gestur, dan optimasi yang bisa diatur langsung dari sistem.
Kontrol oleh Pabrikan Rendah. Pembaruan lebih langsung dari Google. Tinggi. Pabrikan mengontrol pembaruan, fitur baru, dan kadang integrasi layanan atau iklan mereka sendiri.
Tujuan Pasar Pengguna yang menginginkan pengalaman Android murni dan cepat. Pengguna yang mencari fitur lengkap, tampilan menarik, dan diferensiasi produk di pasaran.

Memahami latar belakang ini sangat penting. Sebelum menyelami detail teknis tentang bloatware dan iklan, kita perlu tahu mengapa perbandingan ini relevan.

Bagian ini menjadi landasan untuk melihat bahwa pilihan antarmuka adalah tentang strategi pabrikan dan konsekuensinya bagi kamu sebagai pengguna. Mari kita lanjutkan untuk mengupas lebih dalam.

Apa Itu Bloatware dan Mengapa Bisa Mengganggu?

Membeli ponsel baru seharusnya memberi pengalaman segar, bukan malah disambut oleh kumpulan program yang tidak kamu kenal. Inilah yang sering disebut bloatware—aplikasi pra-instal dari pabrikan atau operator yang mungkin tidak kamu perlukan.

Berbeda dengan Android murni (stock) yang bersih, banyak pabrikan menambahkan lapisan software mereka sendiri. Tambahan ini bisa berupa fitur berguna, tetapi sering juga berisi program yang hanya memenuhi ruang.

Keberadaannya bukan sekadar mengotori daftar aplikasi. Bloatware dapat menjadi sumber gangguan nyata yang mempengaruhi kenyamanan penggunaan device kamu sehari-hari.

Bloatware Bawaan Pabrikan vs Aplikasi Pihak Ketiga

Secara umum, ada dua jenis utama aplikasi bawaan yang tidak diinginkan. Jenis pertama adalah buatan pabrikan smartphone itu sendiri.

Aplikasi proprietary ini dirancang untuk mengikat kamu ke ekosistem brand tertentu. Mereka sering terintegrasi dalam system dan sulit dihapus total tanpa akses root.

Jenis kedua adalah apps pihak ketiga yang sudah di-bundle. Pabrikan memiliki perjanjian dengan pengembang lain untuk memasang game atau alat tertentu.

Kedua jenis ini sama-sama bisa memunculkan issues. Gangguan bisa berupa notifikasi promosi yang tiba-tiba muncul atau bahkan iklan yang terselip di dalam menu pengaturan ponsel.

Dampak Bloatware pada Kinerja dan Baterai Smartphone

Masalahnya jauh lebih dalam dari sekadar tampilan. Aplikasi bawaan yang tidak berguna dapat membebani kinerja perangkat kamu.

Mereka sering berjalan di latar belakang, memakan memori RAM yang berharga. Akibatnya, responsivitas phone menjadi lebih lambat, terutama saat membuka banyak aplikasi.

Dampak pada baterai juga signifikan. Proses latar belakang dari apps yang tidak diperlukan itu terus menguras daya, bahkan ketika layar mati.

Belum lagi ruang penyimpanan internal yang terpakai. Setiap gigabita yang terisi oleh program tak diinginkan adalah ruang yang hilang untuk foto, video, atau aplikasi favorit kamu.

Aspek yang Terdampak Bagaimana Bloatware Mempengaruhinya Gejala yang Mungkin Dirasakan
Kinerja Sistem Memakan RAM dan daya prosesor untuk tugas latar belakang. Lemot, delay saat berpindah aplikasi, atau hang sesekali.
Ketahanan Baterai Proses dan layanan berjalan di belakang layar menguras daya. Baterai cepat habis meski penggunaan ringan, atau cepat panas.
Ruang Penyimpanan Mengisi memori internal dengan file aplikasi dan datanya. Peringatan “penyimpanan hampir penuh” muncul lebih cepat.
Kenyamanan Pengguna Menampilkan notifikasi promosi atau iklan dalam antarmuka. Gangguan visual dan rasa kurang memiliki kendali penuh atas perangkat.

Dari list dampak di atas, jelas bahwa ini bukan hal sepele. Memahami konsekuensinya adalah langkah pertama untuk mengambil tindakan.

Dengan pengetahuan ini, kamu bisa lebih kritis menilai antarmuka mana yang benar-benar menghargai pengalamanmu. Sekarang kita siap untuk melihat bagaimana dua skin populer menangani masalah ini.

Mengupas Realme UI: Seberapa Bersih Tampilannya?

A clean and modern interface of Realme UI displayed on a smartphone in a minimalistic office setting. The foreground showcases the phone tilted slightly toward the viewer, highlighting the system app icons that resemble system ads, arranged neatly on the home screen. In the middle, a stylish wooden desk adds warmth, adorned with simple office items, like a notepad and a pen. The background features a softly blurred view of a bright office with large windows, letting natural light flood in, creating an inviting atmosphere. The lighting is bright and even, emphasizing the app icons' colors. Use a shallow depth of field to focus on the phone, capturing the essence of a user-friendly experience while suggesting a clean aesthetic with subtle warmth and professionalism.

Lahir dari ekosistem besar, skin Android ini berusaha menawarkan keseimbangan antara fitur dan kesederhanaan. Dikembangkan dari dasar ColorOS 7 dan Android 10, antarmuka ini datang dengan janji desain yang ringan, bersih, dan halus.

Fokus utamanya adalah pada pengalaman visual. Warna yang hidup, ikon yang disederhanakan, dan animasi yang mulus menjadi ciri khasnya.

Fitur seperti Focus Mode dan Three-Finger Screenshot menambah nilai. Namun, pertanyaan besarnya adalah sejauh mana janji kebersihan ini terwujud dalam kenyataan sehari-hari?

Jenis Aplikasi Bawaan yang Sering Ditemui di Realme UI

Saat pertama kali menyalakan perangkat, kamu akan menemukan sejumlah apps yang sudah terpasang. Beberapa di antaranya adalah utilitas penting dari brand itu sendiri.

Contohnya adalah Phone Manager, Theme Store, dan aplikasi Komunitas. Tool bawaan seperti Kalkulator dan Perekam Suara juga termasuk.

Selain itu, kemungkinan ada aplikasi pihak ketiga hasil kerja sama. Game atau platform media sosial tertentu bisa jadi sudah ada di daftar aplikasi kamu.

Kamu bisa melihat list lengkapnya dengan membuka menu pengaturan aplikasi. Di sana, akan terlihat mana app sistem dan mana yang bisa dicopot.

Adakah Iklan yang Tersembunyi di Dalam Sistem?

Pencarian iklan dalam sistem membutuhkan ketelitian. Sumber gangguan biasanya tidak terlihat jelas di layar utama.

Lokasi potensial adalah di dalam aplikasi bawaan. Misalnya, Theme Store mungkin menampilkan banner promosi tema premium.

File Manager terkadang menyelipkan rekomendasi untuk mengunduh apps partner. Pusat Keamanan juga bisa menjadi tempat notifikasi promosi muncul.

Iklan ini hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari banner statis, kartu rekomendasi di antara settings, hingga notifikasi yang dikirim langsung oleh sistem.

Menariknya, antarmuka ini juga menawarkan fitur privasi kuat seperti Personal Information Protection. Fitur ini melindungi data, sementara elemen promosi mungkin masih ada di tempat lain.

Secara umum, lapisan software ini cenderung lebih terjaga. Namun, sebagai bagian dari ekosistem besar, versi untuk pasar tertentu masih bisa membawa rekomendasi bloatware.

Pengalaman akhir sangat bergantung pada model phone dan wilayah. Beberapa device memberikan kendali lebih besar untuk menonaktifkan elemen yang tidak diinginkan.

Menyelami MIUI: Benarkah Rajanya Bloatware dan Iklan?

An organized, visually striking layout of a smartphone screen displaying a variety of MIUI bloatware applications. In the foreground, feature a clear representation of distinct app icons, each one labeled with bright, eye-catching colors and distinct design elements, including a mix of gaming, utility, and media apps. The middle ground should depict a hand interacting with the smartphone, showing the user exploring these application icons, dressed in professional business attire to convey a serious evaluation. The background should be softly blurred, suggesting a modern office environment with subtle lighting that highlights the smartphone’s screen. The mood should be analytical yet engaging, inviting viewers to delve deeper into the topic of bloatware and advertising saturation in mobile interfaces.

Reputasi sebagai antarmuka yang paling banyak membawa aplikasi tambahan melekat kuat pada salah satu skin Android populer ini. Banyak diskusi di forum teknologi Indonesia menyoroti hal ini.

Skin dari Xiaomi, termasuk varian HyperOS terbarunya, sering menjadi bahan perbandingan. Bagian ini akan menguji kebenaran reputasi tersebut dengan data konkret.

Kita akan melihat langsung apa yang ditemui pengguna saat pertama kali menggunakan perangkatnya. Analisis ini penting untuk memahami pilihan yang ada.

Daftar Aplikasi Sistem MIUI yang Sering Dianggap Bloatware

Saat menyalakan ponsel Xiaomi atau Poco baru, kamu akan langsung disambut oleh banyak aplikasi. Beberapa di antaranya adalah utilitas penting, tetapi beberapa lain dianggap berlebihan.

Nama-nama seperti Mi Video, Mi Music, dan Mi Browser sudah familiar. Lalu ada GetApps (toko aplikasi), Security (Pusat Keamanan), dan Compass.

Aplikasi-aplikasi ini terikat dalam sistem. Kode paketnya seperti com.miui.securitycenter untuk Phone Manager dan com.xiaomi.market untuk App Store adalah bagian inti.

Sebanyak lot dari program ini tidak bisa dicopot seperti aplikasi biasa. Opsi yang biasanya diberikan hanyalah “Nonaktifkan” di dalam menu pengaturan perangkat.

Berikut adalah list atau daftar beberapa aplikasi bawaan beserta detailnya. Tabel ini membantu kamu mengidentifikasi program yang mungkin tidak kamu butuhkan.

Nama Aplikasi Fungsi / Uraian Dapat Dihapus Total?
Mi Video Pemutar video bawaan dengan konten streaming terintegrasi. Tidak, hanya bisa dinonaktifkan.
GetApps (App Store) Toko aplikasi resmi Xiaomi. Sumber notifikasi promosi. Tidak, komponen sistem.
Security (com.miui.securitycenter) Pusat keamanan untuk pembersihan RAM, scan virus, pengunci app. Tidak, inti dari system.
Mi Browser Peramban web default dengan feed berita dan rekomendasi. Ya, bisa dicopot pada beberapa versi.
Mi Music Pemutar musik lokal dengan iklan dan promosi lagu online. Tidak, hanya bisa dinonaktifkan.
SystemAdSolution (com.miui.systemAdSolution) Modul sistem yang mengelola tampilan iklan di berbagai tempat. Tidak, terintegrasi sangat dalam.

Melihat list di atas, jelas bahwa banyak apps bawaan memang sulit dihilangkan. Hal inilah yang memicu anggapan tentang banyaknya bloatware.

Iklan di MIUI: Dari Mana Saja Sumbernya?

Selain aplikasi bawaan, sumber gangguan utama adalah iklan yang terselip di berbagai tempat. Iklan-iklan ini hadir sebagai bagian dari monetisasi software.

Sumbernya sangat beragam dan kadang tak terduga. Kamu bisa menemukannya di aplikasi Mi Music dan Mi Video sebagai banner.

Widget cuaca sering menampilkan promo tertentu. Saat membuka folder di laci aplikasi, terkadang ada saran untuk mengunduh app lain.

Theme Store penuh dengan promosi tema premium. Bahkan di dalam menu settings seperti “Pembersihan Penyimpanan”, bisa muncul kartu rekomendasi.

Data dari berbagai ulasan menempatkan skin ini di peringkat tinggi untuk jumlah iklan. Menonaktifkannya pun tidak selalu mudah dan membutuhkan langkah khusus.

Toko aplikasi GetApps dikenal dengan notifikasi persistennya. Notifikasi ini mengabarkan promo atau app baru yang direkomendasikan.

Meski banyak kritik, antarmuka ini juga dipuji untuk fitur lengkapnya. Kontrol volume per-aplikasi dan konfirmasi sebelum mematikan device adalah nilai tambah.

Fitur-fitur tersebut sangat disukai oleh pengguna yang memprioritaskan fungsionalitas. Jadi, ada pertukaran antara fitur kaya dan kehadiran promosi.

Pada intinya, reputasi tentang iklan yang banyak memang berdasar. Namun, dengan penelusuran menu yang telaten, sebagian besar gangguan ini bisa dikurangi.

Pengalaman akhir sangat bergantung pada kesabaran kamu mengatur ulang phone. Langkah-langkah praktis untuk melakukannya akan kita bahas di bagian selanjutnya.

Realme UI Vs MIUI Bloatware: Perbandingan Langsung yang Jujur

Mana yang sebenarnya lebih banyak membawa ‘bagasi’ digital yang tidak diinginkan? Mari kita jawab dengan data dan pengamatan langsung.

Setelah melihat profil masing-masing, kini waktunya untuk konfrontasi. Kita akan mengukur jumlah gangguan dan bagaimana dampaknya bagi kamu sebagai pemilik perangkat.

Perbandingan ini didasarkan pada ulasan dari berbagai sumber dan pengalaman pengguna. Tujuannya adalah memberi gambaran yang jelas dan tidak memihak.

Perbandingan Kuantitas dan “Keganasan” Bloatware

Dari segi jumlah, data dari peringkat skin Android memberikan jawaban tegas. Lapisan software berbasis ColorOS, yang menjadi fondasi salah satu antarmuka, berada di peringkat 3 untuk kebersihan.

Sementara itu, antarmuka dari Xiaomi konsisten menempati peringkat 10. Artinya, ia dinilai memiliki lebih banyak aplikasi bawaan yang tidak diinginkan.

Perbedaan ini terasa saat pertama kali menyiapkan phone. Jumlah apps pihak ketiga yang sudah terpasang biasanya lebih banyak pada perangkat dengan sistem yang satu ini.

Namun, kuantitas bukan segalanya. “Keganasan” atau tingkat intrusifnya juga penting.

  • Notifikasi yang Bandel: Beberapa aplikasi sistem terkenal suka mengirim notifikasi promosi. Menonaktifkannya seringkali membutuhkan langkah ekstra di dalam settings.
  • Kesulitan Penghapusan: Banyak program bawaan hanya bisa dinonaktifkan, tidak dihapus total. Ini memakan ruang penyimpanan permanen di device kamu.
  • Jalan di Latar Belakang: Apps tertentu tetap berjalan di belakang layar. Hal ini bisa mempengaruhi daya tahan baterai tanpa kamu sadari.

Secara umum, antarmuka yang satu dianggap lebih “agresif”. Program bawaannya lebih sering mengingatkan kehadirannya melalui berbagai cara.

Bagaimana Iklan Sistem Dihadirkan oleh Masing-masing UI?

Pendekatan kedua sistem dalam menampilkan iklan sangat berbeda. Satu cenderung lebih terbuka, sementara yang lain lebih halus.

Pada antarmuka yang dikenal banyak iklannya, promosi muncul di mana-mana. Kamu bisa menemukannya di pengelola file, pemutar musik, bahkan widget cuaca.

Layar rekomendasi di toko tema juga menjadi sumber gangguan visual. Iklan ini terintegrasi langsung ke dalam experience penggunaan sehari-hari.

Di sisi lain, antarmuka pesaingnya lebih tertahan. Gangguan biasanya terbatas pada area tertentu seperti toko tema atau pusat keamanan.

Rekomendasi aplikasi mungkin muncul, tetapi frekuensinya lebih rendah. Ini menciptakan kesan software yang lebih bersih pada pandangan pertama.

Kemudahan mematikan iklan juga berbeda. Sistem yang lebih banyak iklannya sering menyembunyikan opsi ini di dalam menu settings yang dalam.

Pengguna harus mencari opsi seperti “Rekomendasi Konten” atau “Iklan Personalisasi” untuk menonaktifkannya. Ini adalah salah satu issues yang sering dikeluhkan.

Sebaliknya, pada sistem yang lebih bersih, pengaturan untuk mengurangi rekomendasi biasanya lebih mudah diakses. Opsi untuk menonaktifkan notifikasi dari aplikasi tertentu juga lebih langsung.

Berdasarkan perbandingan ini, kesimpulan sementara cukup jelas. Jika kamu mencari antarmuka dengan gangguan minimal dari iklan dan bloatware, pilihan pertama lebih unggul.

Namun, jika kamu tidak keberatan dengan beberapa promosi sebagai imbalan fitur yang sangat lengkap, pilihan kedua masih layak dipertimbangkan. Semuanya kembali pada toleransi dan preferensi pribadi kamu.

Cara Ampuh Mengurangi Bloatware di Realme UI dan MIUI

Memiliki smartphone yang bersih dari aplikasi sampah bukanlah hal mustahil, bahkan tanpa keahlian teknis tingkat tinggi. Bagian ini memberikan panduan praktis untuk mengambil kendali atas perangkat Anda.

Kami akan fokus pada metode aman yang tidak membutuhkan root. Tujuannya adalah membersihkan gangguan tanpa merusak sistem inti device Anda.

Dua pendekatan utama akan dijelaskan. Pertama, menonaktifkan aplikasi sistem yang tidak diinginkan. Kedua, mematikan sumber iklan di dalam pengaturan.

Langkah Aman Menonaktifkan Aplikasi Sistem (Tanpa Root)

Menghapus total program bawaan berisiko menyebabkan bootloop atau kerusakan. Solusi yang lebih aman adalah menonaktifkannya.

Langkah ini membuat app tidak aktif dan tidak muncul, tetapi file-nya tetap ada di sistem. Untuk pengguna biasa, mulailah dari menu Settings > Apps.

Cari aplikasi yang ingin dinonaktifkan. Jika opsi “Uninstall” tidak tersedia, pilih “Disable” atau “Force Stop”. Metode ini bekerja untuk banyak program pihak ketiga yang dibundel.

Untuk pengguna yang lebih teknis, Android Debug Bridge (ADB) menawarkan kontrol lebih dalam. Anda perlu mengaktifkan USB Debugging di Mode Pengembang.

Setelah itu, jalankan perintah dari komputer. Contoh perintah dasar adalah pm disable-user –user 0 nama.paket.aplikasi. Perintah ini menonaktifkan app untuk user utama.

Peringatan penting: Jangan nonaktifkan komponen inti sistem. Untuk lapisan software tertentu, hindari paket seperti com.miui.securitycenter (Pusat Keamanan) dan com.android.updater (Pembaruan Sistem).

Menonaktifkannya dapat menyebabkan ketidakstabilan. Fokuslah pada program tambahan yang jelas-jelas tidak digunakan.

Berikut adalah list atau daftar beberapa paket dari berbagai antarmuka yang sering dianggap berlebihan. Anda bisa pertimbangkan untuk menonaktifkannya jika tidak diperlukan.

Nama Paket Aplikasi Keterangan / Fungsi Rekomendasi
com.miui.notes Aplikasi catatan bawaan. Aman dinonaktifkan jika menggunakan app catatan lain.
com.miui.video Pemutar video dengan iklan. Bisa dinonaktifkan, ganti dengan pemutar lain.
com.miui.player Pemutar musik lokal. Aman dinonaktifkan.
com.xiaomi.glgm Layanan untuk game tertentu. Bisa dinonaktifkan jika tidak main game.
com.android.browser Peramban web default. Aman dinonaktifkan, gunakan Chrome atau Firefox.
com.heytap.browser Peramban dari ekosistem lain. Bisa dinonaktifkan.
com.oppo.quicksearchbox Widget pencarian cepat. Sering dinonaktifkan untuk kebersihan.

Setelah menonaktifkan beberapa apps, restart phone Anda. Perhatikan jika ada fungsi penting yang terganggu. Jika iya, Anda bisa mengaktifkannya kembali.

Tips Menghilangkan Iklan di Pengaturan MIUI dan Realme UI

Iklan sistem biasanya berasal dari aplikasi bawaan pabrikan. Sumbernya bisa dimatikan satu per satu melalui pengaturan masing-masing app.

Untuk lapisan software yang dikenal banyak iklannya, berikut titik utamanya:

  • File Manager: Buka aplikasi, masuk ke Settings (titik tiga), cari opsi seperti “Rekomendasi” atau “Get recommendations”. Matikan toggle-nya.
  • Security App: Di dalam aplikasi keamanan, cari “Rekomendasi” di bagian bawah atau di pengaturan. Nonaktifkan “Receive recommendations”.
  • Theme Store: Masuk ke profil (akun), pilih Settings. Cari opsi “Personalized recommendations” dan matikan.

Untuk antarmuka pesaingnya, prosesnya serupa tetapi lokasi iklan lebih sedikit. Buka aplikasi seperti “Theme Store” atau “Phone Manager”.

Cari menu pengaturan di dalamnya. Matikan opsi yang berbunyi “Show personalized ads” atau “Get suggestions”.

Pada kedua sistem, selalu periksa notifikasi dari aplikasi bawaan. Buka Settings > Apps > pilih aplikasi > Notifications.

Nonaktifkan notifikasi untuk kategori “Promosi” atau “Rekomendasi”. Ini akan menghentikan iklan yang muncul di bilah notifikasi.

Mode Pengembang juga bisa membantu identifikasi. Aktifkan “Running Services” atau “Process Stats” untuk melihat apps apa yang aktif di latar belakang.

Jika menemukan proses dari aplikasi yang sudah dinonaktifkan, itu pertanda baik. Artinya program tersebut benar-benar tidak berjalan lagi.

Jangan lupa manfaatkan update sistem secara rutin. Terkadang pembaruan membawa perbaikan kebijakan iklan atau menambah opsi kontrol untuk user.

Beberapa devices terbaru sudah menyediakan menu khusus “Special permissions” > “Display pop-up windows” untuk memblokir iklan pop-up.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, pengalaman menggunakan smartphone Anda akan jauh lebih bersih. Anda mendekatkan user experience ke arah yang lebih mirip stock Android.

Kendali penuh ada di tangan Anda. Nikmati phone yang lebih cepat, baterai lebih tahan lama, dan bebas dari gangguan visual yang tidak diinginkan.

Kesimpulan: Mana Pilihan yang Lebih Bersih untuk Anda?

Pilihan antarmuka smartphone pada akhirnya bermuara pada kompromi antara fitur lengkap dan kebersihan sistem. Berdasarkan analisis, antarmuka berbasis ColorOS secara umum menawarkan pengalaman yang lebih terjaga dari gangguan iklan dan aplikasi bawaan yang tidak diinginkan.

Jika Anda sangat sensitif terhadap iklan dan menginginkan experience yang mendekati stock Android, pilihan pertama lebih direkomendasikan. Faktor lain seperti kebijakan update software dan kustomisasi juga patut dipertimbangkan.

Harus diakui, pilihan paling bersih sebenarnya adalah antarmuka mirip stock seperti Pixel UI atau OxygenOS. Namun, untuk pilihan di antara dua nama besar ini, ada pemenangnya dalam hal kebersihan.

Ingat, dengan tips yang dibahas sebelumnya, Anda bisa memperbaiki berbagai issues pada kedua devices. Langkah-langkah praktis itu akan membawa user experience Anda lebih dekat ke kesempurnaan.

Bagaimana pengalaman Anda sendiri? Comment di bawah untuk berbagi cerita dengan user lain. Diskusi komunitas sangat berharga untuk menemukan phone yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda.

➡️ Baca Juga: Jadwal Final Thailand Masters 2026: Peluang Indonesia Borong 4 Gelar Juara

➡️ Baca Juga: Hindari Tiga Titik Kemacetan Akibat Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini

Related Articles

Back to top button