Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan bahwa hingga 1 September 2026, penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) telah mencapai 140.965 unit rumah. Angka ini hanya mencerminkan sekitar 40,3 persen dari target yang ditetapkan, yaitu 350 ribu unit rumah pada tahun 2026.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap rumah susun subsidi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan menyediakan pembiayaan FLPP yang lebih terjangkau untuk masyarakat.
“Realisasi FLPP untuk skema rumah tapak maupun rumah susun hingga 1 September ini telah mencapai 140.965 unit rumah, yang setara dengan 40,3 persen dari target 350.000 unit. Total dana yang sudah disalurkan mencapai Rp17,5 triliun,” ungkap Heru dalam pernyataannya di Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026.
Heru juga menyampaikan bahwa kementerian keuangan telah menerbitkan keputusan yang menetapkan perubahan tenor kredit dari 20 tahun menjadi 40 tahun, baik untuk rumah tapak subsidi maupun rusun subsidi. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Perpanjangan tenor menjadi 40 tahun diharapkan akan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” jelasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, BP Tapera telah merumuskan beberapa langkah strategis. Pertama, mereka akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada publik, terutama generasi muda dan pekerja di kota, mengenai manfaat hunian vertikal yang berlokasi dekat dengan pusat kegiatan ekonomi.
Langkah kedua adalah berkolaborasi dengan pemerintah dan pengembang untuk memastikan pembangunan rumah susun subsidi dilakukan di lokasi yang strategis, yang memiliki akses transportasi, fasilitas umum, serta lingkungan yang nyaman dan aman.
Ketiga, BP Tapera berencana memanfaatkan digitalisasi dalam layanan pembiayaan. Dengan cara ini, proses pengajuan KPR subsidi dan akses informasi menjadi lebih mudah dan cepat bagi masyarakat.
Selanjutnya, Heru menambahkan bahwa langkah strategis kelima adalah mendorong pengembangan produk hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Hal ini mencakup aspek desain, ukuran unit, serta kualitas kawasan tempat tinggal.
Dengan berbagai inisiatif ini, BP Tapera berharap dapat mencapai target penyaluran FLPP yang lebih optimal dan membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
➡️ Baca Juga: Bawa Standar Keamanan Baru, Apple Umumkan iMessage akan Dilindungi Kriptografi PQ3.
➡️ Baca Juga: Pengembangan Prestasi Mahasiswa Melalui UKM Olahraga di Universitas Mercu Buana

