Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) telah menetapkan Asian Games 2026 di Jepang sebagai salah satu titik penting dalam evaluasi pembinaan atlet dayung di tanah air. Ajang olahraga internasional ini tidak hanya berfungsi sebagai arena untuk meraih medali, tetapi juga sebagai sarana untuk mengukur efektivitas dari program pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Wakil Ketua Umum I PB PODSI, Laksdya TNI Edwin, menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam cabang dayung dan kano pada Asian Games 2026 diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi pengembangan atlet di berbagai daerah di Indonesia.
Edwin menambahkan bahwa Asian Games menjadi salah satu fokus utama dalam program pembinaan yang dijalankan oleh PB PODSI. Selain berkompetisi di Jepang, Indonesia juga sedang mempersiapkan atlet perahu naga untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Dragon Boat 2026 yang akan berlangsung di China.
“Kejuaraan Asian Games di Jepang serta perlombaan Dragon Boat di Kejuaraan Dunia di China merupakan tujuan penting bagi pembinaan atlet kami,” ungkap Edwin dalam acara pelepasan atlet yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 14 September 2026.
Ia menegaskan bahwa persiapan tim pelatnas untuk menghadapi Asian Games 2026 dan Kejuaraan Dunia Dragon Boat telah berjalan sesuai rencana. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor, sangat membantu PB PODSI dalam memenuhi kebutuhan pelatihan para atlet.
Meskipun demikian, Edwin mengakui bahwa terdapat beberapa tantangan dalam proses persiapan. Namun, masalah yang dihadapi di lapangan dapat diatasi berkat dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, sehingga program menuju dua ajang internasional ini tetap bisa dilanjutkan.
“Ada beberapa kendala yang kami hadapi, tetapi berkat dukungan semua pihak, termasuk sponsor yang bersedia membantu, kami mampu mengatasinya,” tuturnya.
Dari segi target, PB PODSI tidak hanya berharap pada medali emas. Edwin menekankan bahwa peluang untuk meraih medali dari berbagai kategori tetap terbuka, baik itu emas, perak, maupun perunggu.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa hasil dari Asian Games 2026 akan menjadi bagian penting dalam evaluasi program pembinaan. Persaingan di Jepang akan memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana persiapan atlet Indonesia dapat menghasilkan prestasi di level Asia.
“Kami terus memantau peluang yang ada. Kami sangat berharap agar masyarakat Indonesia memberikan dukungan dan doa untuk para atlet kami,” tambah Edwin.
➡️ Baca Juga: Strategi Defense Backhand Side: Panduan Efektif Mengembalikan Bola di Samping Badan
➡️ Baca Juga: Tower Baru dari CES 2025: Fitur Back-Connect yang Bikin Kabel Raib

