News

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Indonesia Bisa Belajar dari Selandia Baru

Jakarta, iyf.or.id- Salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Selandia Baru adalah siswa tidak bebani dengan banyak mata pelajaran wajib. Mata pelajaran wajib lebih sedikit. Siswa dapat memilih sendiri mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini membuat siswa sudah mempunyai spesialisasi atau keahlian sejak dini.

Hal ini di sampaikan dalam pertemuan Education New Zealand (ENZ) dan media (28/8/2018). Dalam kesempatan ini Duta Besar Selandia Baru Trevor Matheson juga menyampaikan banyak hal mengenai kunci sukses pendidikan di Selandia Baru.

Perlu diketahu oleh publik Indonesia, dilansir dari berita kompas.com, Selandia Baru merupakan salah satu destinasi pendidikan yang bisa jadi pilihan. Pada 2017 Selandia Baru terpilih sebagai negara dengan peringkat terbaik sebagai negara dengan pendidikan terbaik menurut Economist Intelligent Unit dalam Worldwide Education for the Future Index.

Selandia Baru unggul dalam 15 indikator dari 16 indikator yang menjadi tolak ukur penilaian, seperti Kerangka Kurikulum untuk Keterampilan Masa Depan, Efektifitas Sistem Implementasi Kebijakan, Pendidikan Guru, Kolaborasi Universitas dan Industri serta Keragaman Budaya dan Toleransi.

Beberapa kunci sukses Selandia Baru dibeberkan Trevor, seperti kreatifitas dan inovasi, fokus pada pendidikan manusia, dan vokasi dan spesialisasi.

Trevor mengatakan bahwa kreatifitas dan inovasi menjadi kunci utama. Baginya tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana melakukan transformasi sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan abad 21.

“Kreatifitas dan inovasi menjadi jantung pendidikan di Selandia Baru,” jelas Trevor.

Lebih lenjut travor mengatakan bahwa dunia pendidikan saat ini dituntut lebih tinggi menyiapkan lulusan yang kompeten. Lulusan dengan literasi IT yang tinggi saja tidak cukup, tapi juga menguasai kompetensi di bidangnya.

“Kebutuhan dunia industri saat ini adalah lulusan berpikir kreatif, out of box, inovatif dan menguasai teknologi,” jelasnya. 

Selanjutnya, Travor menjelaskan bahwa pendidikan di Selandia Baru selain menitikberatkan pada keilmuan namunn juga fokus pada pendidikan manusia. Bagi Travor pendidikan yang fokus pada kecerdasan robotik, dan sebagainya, pada akhirnya akan kembali pada manusia yang menciptakan, mengatur, dan mengelolanya.

“Pola pendidikan tidak hanya membaca dan menghafal. Pendidikan diarahkan agar siswa menjadi manusia pembelajar, mampu bersikap kritis, kreatif dan inovatif,” jelas Trevor.

Terakhir travor menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan selandiria Baru berhasil menjawab kebutuhan kerja karena adanya kolaborasi dengan dunia industri. Karena kolaborasi pendidikan tinggi dan industri sangat besar. Dunia industri banyak memberikan permasalahan kongret yang dialami untuk dipecahkan oleh perguruan tinggi.

Hal ini ditunjang pula dengan kebijakan pemerintah yang mengijinkan dan mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek kerja/magang selama 20 jam selama seminggu. Inti dari pendidikan vokasi inilah yang pada akhirnya membuat pendidikan di Selandia Baru selalu mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. (ktm/iyf)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.