News

Ribuan Pelajar Santri Meriahkan Pembukaan Festival Sholawat Nusantara bersama Presiden RI

Piala Presiden tidak hanya diselenggarakan dalam pertandingan sepak bola namun juga diperebutkan dalam ajang Festival Sholawat Nusantara. Sabtu (24/2) malam, Presiden Joko Widodo resmi membuka Festival Sholawat Nusantara memperebutkan Piala Presiden, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. Pembukaan Festival Sholawat Nusantara 2018 ini dihadiri segenap ulama dari berbagai pondok pesantren, habaib, dan pejabat negara. Di antaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, Ra’is ‘Am Jam’iyyah Ahlut Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Nusron Wahid selaku inisiator acara, serta para tokoh dan pejabat negara lainnya. Dalam rangka meramaikan acara, panitia juga mengundang pelantun shalawat terkenal yakni Haddad Alwi dan Sulis serta Sharla Martiza yang merupakan jebolan Voice Kids Indonesia.

Didepan ribuan para santri dari beragam pesantren yang memenuhi SICC, Presiden RI Joko Widodo membuka secara simbolik kegiatan Festival Sholawat Nusantara 2018. “Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden malam ini saya nyatakan dibuka” ucap Jokowi. Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan bahwa shalawat yang selalu dilantunkan merupakan bentuk kecintaan yang dalam kepada Nabi Muhammad SAW. “Shalawat yang dilantunkan merupakan bentuk cinta, hormat, dan takzim kepada Rasulullah. Dengan shalawat, izin Allah, dan bismillah segalanya mesti dimulai dengan hal-hal yang baik,” ucap Jokowi.

Dihadapan para hadirin, Jokowi juga berpesan, semua harus dimulai dengan yang baik-baik. Berpikir yang positif, saling menghormati, menghargai dan menjunjung nilai-nilai agama, etika dan budi pekerti. “Saya titip pesan, mari bersama-sama menjaga perdamaian dan ketenangan karena tahun ini ada pilihan Gubernur, pilihan Bupati, dan pilihan Walikota di mana ada 171 pemilihan Gubernur Bupati dan Walikota. Jangan sampai karena pilihan berbeda, lalu jadi retak, jadi lupa bahwa kita semua bersaudara sebangsa dan setanah air. Boleh saja beda pilihan, silakan. Tapi setelah pilihan lima tahun sekali ini, mari bersatu kembali,” pesan Jokowi.

Selain itu Presiden juga membahas peran sinergis antara ulama dan umaro. “Silaturahmi antar ulama dan umaro kita jaga terus. Ulama adalah penyalur suara masyarakat dan umat. Dan saya berkepentingan mendapat saran dan tausiah serta doa dari para ulama yang hadir dalam acara ini,” tutur Jokowi.

Ditemui di kesempatan yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut positif agenda tersebut. Menurutnya, festival ini adalah upaya menjaga keselamatan bangsa. “Melalui festival ini, shalawat yang juga merupakan doa memohon keselamatan kepada Allah SWT melalui Rasulullah SAW akan terus dikumandangkan di seluruh penjuru nusantara. Festival ini adalah ikhtiar spiritual bersama secara batiniyah untuk senantiasa menjaga keselamatan bangsa dan negara kita,” ujar Lukman usai mendampingi Presiden Joko Widodo membuka Festival Shalawat Nusantara Piala Presiden di Sentul Jawa Barat, Sabtu (24/2).

Lukman menambahkan, Festival Shalawat Nusantara juga menjadi cara kaum santri dan umat Islam Indonesia pada umumnya untuk melestarikan keragaman shalawat yang dilantunkan berbagai kalangan masyarakat. “Shalawat dengan berbagai syairnya itu dikumandangkan dengan berbagai nada dan aransemen musik sesuai dengan etnik, tradisi, dan budaya masyarakat kita yang amat kaya ragamnya,” tuturnya.

Turut hadir juga KH. Ma’ruf Amin, selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. KH. Ma’ruf mengatakan bangsa Indonesia patut bersyukur punya Presiden Jokowi yang rajin menghadiri majelis-majelis shalawat, majelis zikir, majelis istigasah dan rajin silaturahmi dengan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.

“Kami gembira karena Presiden Jokowi rajin silaturahmi dengan ulama dan dengan habaib. Bahkan oleh Presiden Jokowi lah ada Hari Santri Nasional. Sebelumnya sejak 70 tahun merdeka tak ada Hari Santri Nasional. Maka pada 2015 lalu Presiden Jokowi menetapkan hari santri nasional. Alhamdulillah,” ujar KH Ma’ruf Amin.

Penggagas terlaksananya kegiatan yang juga Ketua Panitia Pengarah Festival Sholawat Nusantara, Nusron Wahid mengatakan, acara itu memiliki tujuan untuk membangun kembali jati diri bangsa Indonesia yang damai, saling menghormati, dan taat beragama. Shalawat juga membuktikan kekayaan bangsa Indonesia akan budaya dan adat Istiadat. Melalui Festival Sholawat Nusantara itu, kekayaan tersebut diperkuat kembali.

Ketua Panitia Acara Habib Sholeh mengatakan, kekayaan bentuk shalawat di Indonesia berkembang terus bahkan sebelum Indonesia berdiri. Bentuknya diakulturasi dan disesuaikan dengan budaya setempat, sehingga menjadi berbeda-beda sejalan dengan kekayaan budaya bangsa.

“Selain itu, di Indonesia juga ada lebih dari 28.000 pesantren dengan lebih dari 4 juta santri yang semuanya menjadikan shalawat sebagai napas dan tradisi. Hampir semua pesantren mengembangkan selawat sesuai dengan tradisi dan bahasa di mana pesantren itu berada,” ujarnya.

Pembukaan Festival Sholawat Nusantara berlangsung sangat meriah. Peserta mulai mendatangi lokasi acara sejak siang hari. Ketika sore menjelang, lokasi acara pun berubah menjadi lautan manusia yang memakai pakaian muslim dan muslimah berwarna putih.

Festival Sholawat Nusantara adalah lomba berjenjang yang digelar di seluruh Indonesia. Lomba ini melantunkan pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ekspresi kecintaan kaum muslim kepada pribadi mulia. Lomba ini dimulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi sampai tingkat Nasional. Peserta lomba terdiri dari pelajar, Santri, Komunitas Pesantren, Jamaah Pengajian, Majelis-majelis zikir di berbagai wilayah dari instansi termasuk PNS, TNI dan Polri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.