News

Revitalisasi SMK: Guru dan Kepala Sekolah Bakal Dikirim ke Jerman

JAKARTA, iyf.or.id – Dalam rangka realisasi kerjasama Indonesia dengan Jerman, pemerintah melalui kemendikbud akan mengirim para guru dan kepala sekolah ke Jerman. Hal ini berkaitan dengan niat pemerintah tingkatkan kualitas tenaga pendidik serta revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri pendidikan Muhajir Effendi ketika bertemu dengan Direktur lembaga pelatihan para instruktur, Wolfgang Siegel, Senin (2/9/2018) di Graß Gerau, Jerman.

Muhajir mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan tenaga pendidik yang kreatif dan terampil untuk mengerek kualitas pendidikan sekolah menengah kejuruan di Indonesia.

“Salah satu poin program revitalisasi SMK adalah memperkuat kemampuan manajerial kepala SMK dan keterampilan guru-gurunya baik secara pedagogis maupun subtansi materi pelajaran keterampilan,” katanya.

Dalam kesempatan ini Kemendikbud juga menjelaskan tentang prioritas pendidikan SMK. Salah satu yang menjadi prioritas dari Kemendikbud adalah pengembangan energi terbarukan. Selain itu, empat bidang lainnya yang menjadi prioritas seperti pariwisata, industri kreatif, ketahanan pangan, dan kemaritiman.

Lebih jauh Mendikbud menjelaskan kenapa memprioritaskan pada energi terbarukan karena Indonesia masih sangat tertinggal, padahal Indonesia sangat kaya akan energi terbarukan.

“Untuk itu, kami tertarik pelatihan guru-guru untuk dapat mengajarkan siswa merakit dan menginstal teknologi energi dengan baik,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa Jerman sebelumnya pernah menerima beberapa orang dari Indonesia dalam rangka pelatihan pengembangan energi terbarukan. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu dari 100 negara mitra Hessische Landesstelle.

Untuk mematangkan kerjasa pelatihan guru-guru dan kepala sekolah , Kemendikbud mengatakan sudah merancang peta jalan kerjasama dengan pihak Hessische Landesstelle. Diharapkan tahun ini sudah terealisasi sehingga tahun depan sudah bisa dilaksanakan sesuai tahun akademik.

Hal senada disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) Toferry. Untuk merealisasikan kerja sama nantinya diperlukan peta jalan yang berisi gambaran langkah-langkah kesepakan antara kedua belah pihak.

“Dengan demikian, nantinya dari pihak Konjen akan dapat memonitor sampai di mana kerjasama itu berjalan,” kata Toffery. (ktm/iyf)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.