News

Lima Hal yang Sering Disalahpahami di Dunia Pendidikan

Jakarta, iyf.or.id- Dunia pendidikan walaupun mengajarkan untuk berpikir logis dan rasional ternyata masih terjebak pada salah kaprah atau mispersepsi. Dikutip dari kompas.com dan jurusanku.com ada 5 hal yang sering salahkapra yang menyelimuti dunai pendidikan Indonesia.

Untuk membuktikan hal ini tim dari jurusanku.com melakukan sebuah analisa dengan berdasarkan pada fakta dan sesuai dengan data. Ina Liem pendiri jurusanku.com sekaligus konsultan data inadata mengatakan “Salah satu cara untuk dapat menggali permasalahan tersebut adalah menganalisis data, karena sumber kredibel itu sangat penting. Jadi yang disampaikan adalah fakta, sesuai dengan data”. Lalu apa hasilnya?

Hasil yand didapatkan, ternyata ada 5 hal orang sering salah kaprah tentang pendidikan. Berikut ulasannya:

Banyak yang menganggap jurusan favorit SMA tetap, padahal industri banyak berubah!

Masih banyak yang menganggap bahwa jurusan yang punya prospek paling bagus adalah IPA daripada IPS. Faktanya, dalam tiga tahun terakhir ini, jurusan kuliah yang menjadi favorit mahasiswa adalah Manajemen, Kedokteran, Teknik, dan Akuntansi. Data Pendidikan Tinggi (Dikti) menyebutkan ternyata tahun ini hanya 46% mahasiswa mengambil jurusan sains atau IPA. Sisanya, justru 64% mahasiswa mengambil jurusan humanoria atau IPS.

Salah Persepsi antara Jurusan dan Karir

Masih banyak orang tua dan kalangan pelajar yang salah persepsi antara jurusan dan masa depan kari. Misal, banyak yang mengira bahwa kuliah di jurusan matematika peluang karirnya sempit atau terbatas. Faktanya lulusan matematika bisa terjun di berbagai bidang karir bahkan lebih dari 15 bidang karir. Bahkan ada prospek karir yang bagus bagi seorang lulusan matematika yaitu data scientist.

Contoh lain, ketika ditanyakan tentang negara indonesia sebagai negara maritim, sebagaian pasti menjawab iya. Padahal kalau merujuk pada data kementerian kelautan dan perikanan, negara disebut sebagai negara maritim jika pendapatan negara 40% diperoleh dari laut. indonesia sendiri masih sekitar 15%.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pengoptimalan potensi usaha laut masih belum maksimal. Padahal pendidikan di jurusan kelautan bukan hanya tentang perikanan

Kepribadian Guru Menentukan Kesuksesan Siswa

Riset yang pernah dilakukan jurusanku.com tentang faktor yang menentukan kesuksesan dengan profesi di dunia industri. hasilnya ada korelasi antara kepribadian guru, cara mengajar, berpengaruh terhadap daya tangkap siswa. Artinya tidak saja siswa itu sendiri yang menjadi faktor penting tapi guru juga punya andil besar, untuk itu guru juga perlu mendapatkan edukasi agar mampu menghadapi kepribadian siswa yang berbeda-beda.

Korelasi Kecerdasan Otak dan Otak Kiri Terhadap Produktifitas Kerja

Banyak yang percaya bahwa kecerdasan otak bepengaruh terhadap kecocokan kerja. berarti orang yang punya kecerdasan otak kiri lebih cocok dengan pekerjaan yang berhubungan matematika, sedangkan yang otak kananya lebih cerdas akan lebih cocok di bidang kreatif.

Faktanya, belum ada korelasi antara pengaruh kecerdasan otak dengan produktivitas bidang profesi tertentu. Banyak orang sukses dalam profesi tertentu bukan didasarkan hanya pada hasil dominasi kecerdasan otak kanan atau kiri saja.

Level Low Order Thinking

Pendapat umum mengatakan kebanyakan siswa Indonesia masih berada di level low order thinking, atau level terendah. Padahal, saat ini tenaga analis terutama di bidang data memerlukan pemikiran di tingkatan high order thinking, dimana siswa dapat menganalisa melalui pertanyaan kritis.

Perlu ditekankan lagi bahwa 5 hal di atas digali berdasarkan hasil analisis data. Ini sekaligus memberikan wawasan bahwa data bisa digunakan diberbagai bidang termasuk edukasi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.