News

Jokowi Dorong Bangun Balai Latihan Kerja di Pesantren-Pesantren

Jakarta, iyf.or.id – Untuk memperkuat daya saing lulusan pesantren Presiden Jokowi akan bangun balai latihan kerja di pesantren-pesantren. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Presiden Jokowi menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas melalui lembaga-lembaga pendidikan khususnya pesantren.   

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/18).

Dikutip dari akun twitter @seskabgoid Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di bidang vokasi. Pemerintah juga dorong memperbanyak program sertifikasi profesi. Harapannya Pendidikan Vokasi dan program serfitikasi profesi dapat menyiapkan SDM yang punya daya saing yang diterima dunia industri.

“Kualitas pendidikan perlu kita tingkatkan agar lebih banyak manusia Indonesia yang berdaya saing, seperti melalui program pendidikan vokasi dan sertifikasi profesi sehingga tenaga kerja kita sudah langsung siap bekerja saat lulus masa pendidikan. #PidatoPresidenJokowi

Lebih khusus jokowi memberikan dukungan ke pesantren. Secara eksplisit Jokowi mengatakan akan membangun balai latihan kerja di pesantren-pesantren.

Tujuannya agar lulusan pesantren tidak saja kuat karakternya, bagus akhlaknya, tapi juga punya keahlian yang dibutuhkan dunia kerja. Selain pesantren, Jokowi juga berharap perguruan tinggi punya terobosan-terobosan baru.

Pemerintah juga akan membuka Balai Latihan Kerja di berbagai Pondok Pesantren sebagai bagian peningkatan keahlian SDM Indonesia. Di tingkat Pendidikan Tinggi, kita harus berani melakukan berbagai terobosan jika ingin manusiamanusia Indonesia siap berkompetisi di masa depan.”

Dukungan presiden jokowi terhadap pengembangan pesantren bukan kali ini saja. sebelumnya, ketika Presiden melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (12/5/2018).

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan agar pesantren bisa mandiri dengan membangun berbagai unit usaha. Presiden menekankan agar santri diberdayakan, dididik mandiri dan diajari wirausaha, tidak full digembleng soal pendidikan agama. Sehingga santri ketika lulus tidak saja pinter agamanya tapi juga punya ketrampilan lain yang dibutuhkan dunia kerja. Dalam kesempatan itu juga presiden menjanjikan modal bagi santri dan pesantren yang mau mengembangan usaha mandiri.(IYF)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.