News

Hard Skill dan Soft Skill, lebih Penting Mana?

Di dunia kerja, kita mengenal dua jenis keahlian yang akan mendukung pekerjaan: hard skill dan soft skillHard skill adalah keterampilan utama yang terkait erat dengan pekerjaan. Beberapa contoh hard skill antara lain keahlian pemrograman komputer yang harus dimiliki staf IT, editor mesti mempunyai kemampuan menulis, atau kemampuan berbahasa asing untuk orang yang sering bekerja dengan klien dari luar negeri.

Sementara soft skill lebih terkait kepribadian seseorang yang bisa mendukung pekerjaan dan hubungan interpersonal di kantor. Soft skill penting yang dibutuhkan di dunia kerja seperti kemampuan berkomunikasi yang baik, etika kerja, kepemimpinan, dan manajemen waktu.

Jadi, keahlian mana yang lebih penting bagi seorang pekerja? Mari kita bandingkan.

Penilaian Keterampilan

Daftar hard skill penting untuk ditulis di lembar curriculum vitae untuk menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan pekerjaan yang ditawarkan. Tetapi hard skill seseorang bisa diukur secara objektif. Pada proses perekrutan, perusahaan bisa mengecek dengan tes tertulis atau ujian praktik untuk membuktikan sejauh mana hard skill calon pegawai. Tes ini bisa menentukan keputusan penerimaan calon pegawai.

Sementara penilaian soft skill lebih subjektif. Jadi, meski Anda sudah menulis soft skill tertentu di lembar CV, pewawancara akan menilai sendiri keterampilan tersebut saat bertemu. Misalnya, jika Anda mengatakan punya kemampuan komunikasi yang baik, perekrut akan merasakan apakah pelamar memang bisa berbicara luwes dengan orang baru dan bertutur kata yang baik. Hasil wawancara kerja juga punya poin khusus pada proses perekrutan.

Seseorang yang lebih banyak bekerja di belakang meja mesti memiliki hard skill yang mumpuni. Mungkin, ia tidak akan diminta untuk presentasi, bekerja dengan tim, bertemu klien, dan sebagainya. Tetapi, orang di belakang meja dengan hard skill yang baik harus bisa memenuhi segala tuntutan pekerjaan seperti membuat laporan lengkap, menyajikan data akurat dalam bentuk tulisan, dan sebagainya.

Sementara buat orang yang banyak melakukan pekerjaan di lapangan, dan sering bertemu klien, maka harus punya soft skill seperti kemampuan komunikasi dan dan berbahasa asing yang baik. Keahlian dalam bernegosiasi dan mendapatkan kesepakatan bisnis bisa membuat Anda menonjol di kantor.

Pada akhirnya, kita bisa menilai bahwa kedua jenis keahlian penting untuk mendukung pekerjaan. Buat Anda yang merasa kurang memiliki hard skill yang baik, bisa memperbaiki diri dengan kuliah lagi, mengikuti pelatihan atau kursus singkat.

Sementara sebagian soft skill yang berdasarkan tipe kepribadian memang tidak bisa diubah, maka Anda harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan karakteristik pribadi. Tapi, soft skilltertentu seperti kemampuan komunikasi dan kepemimpinan bisa diasah dengan mengikuti pelatihan dari instruktur khusus.

Anda harus terus mengembangkan hard skill untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang lebih sulit seiring kenaikan jabatan. Anda juga mesti memperbaiki soft skill untuk melengkapi diri sebagai profesional yang berkualitas.

Sumber: www.qerja.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.