News

Genjot Kualitas Lulusan Pesantren Lewat Gerakan Santripreneur

Jakarta, iyf.or.id – saat ini gerakan santripreneur terus digulirkan di kalangan pesantren. Gagasannya meningkatkan kualitas lulusan pesantren melalui pendidikan kewirausahaan. Santri yang selama ini hanya dibekali pendidikan agama akan ditambah dengan ilmu kewirausahaan.

Dikutip dari www.santripreneur.co.id gerakan ini dilatarbelakangi oleh besarnya keingingan pesantren untuk mandiri melalui gerakan kewirausahaan. Selain itu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong semakin terbukanya pesantren terhadap berbagai perkembangan sehingga melahirkan generasi baru santri, yaitu santripreneur.

Generasi santri yang yang tidak saja alim dalam agama, bermoral dalam perilaku, mapan dalam mentalitas, tapi juga cakap dalam berbisnis, dan berdedikasi dalam karya.

Selain itu, gerakan ini juga dimotori oleh semakin terbukanya persaingan global seperti Masyarakat Ekonomi Asean. Mau tidak mau pesantren harus terlibat membantu program-program pemerintah meningkatkan daya saing ekonomi, terutama membantu menyiapkan sumber daya manusia melalui gerakan santripreneur.

Gerakan ini disambut baik oleh pemerintah, pada Januari 2018 Kemenperin menyatakan akan membidik 18 pondok pesantren menjadi percontohan pelaksanaan program santripreneur. Sebarannya 8 di Jawa Barat, 5 di Jawa Tengah, 5 di Jawa Timur.

Seperti yang diungkapkan Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) “Kami ingin para santri melakukan proses industri di kehidupannya. Selain belajar agama di pesantren, kami akan bantu memberikan kegiatan ekonomi kepada mereka”

Gerakan santripreneur tidak saja meningkatkan kualitas sumber daya manusia lulusan pesantren tapi lebih itu, efeknya bisa menjadi pintu masuk bagi kemandirian pesantren khususnya masyarakat yang berada di lingkungan pesantren.

Jika melihat arah kebijakan pemerintah, gerakan santripreneur sangat relevan. Dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi selalu menekankan fokus pada peningkatan kualitas daya saing sumber daya manusia. Seperti pada sidang paripurna kabinet kerja (7/8), presiden menekankan pada jajaran kabinetnya bahwa RAPBN 2019 fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada sidang tahunan MPR di kompleks parlemen senayan (16/8) dalam pidatonya presiden menyoroti kualitas sumber daya manusia, bahkan secara eksplisit presiden menyebutkan akan membangun balai latihan kerja di berbagai pesantren untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia pesantren. (ktm/iyf)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.