News

BPUN Sebagai Upaya Menciptakan Generasi Moderat Pembangun Bangsa

Bagi mereka yang akan lulus SMA atau sederajat, mendapat tempat di salah satu perguruan tinggi terbaik menjadi impian yang perlu diwujudkan. Lebih dari sekedar impian, pendidikan yang terbaik bisa memperbaiki kesejahteraan kehidupan.

Inilah yang menjadi keyakinan yang menjadi landasan dibukanya kembali pendaftaran program Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau dikenal BPUN oleh Yayasan Mata Air, Senin (16/4/2018).

“Saat ini kami telah membuka (pendaftaran) Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional ini. Harapannya tentu lulusan SMA, SMK dan MAN di Indonesia punya persiapan terbaik untuk mendapat pendidikan terbaik di perguruan-perguruan tinggi terbaik,” kata Abdul Idris, Direktur Eksekutif MataAir Foundation dalam keterangan persnya.

Ia menjelaskan bahwa BPUN ini disiapkan untuk mereka yang memiliki tekad dan kemauan tinggi serta menyadari bahwa pendidikan akan memperbaiki dan menjadi penentu kesejahteraan kehidupan mereka. Adapun kegiatannya berupa bimbingan intensif belajar agar lulusan SMA atau sederajat ini siap melewati tes masuk ke perguruan tinggi negeri impiannya.

Namun, yang membedakan program ini dari program bimbingan belajar lainnya adalah tujuan dan visi besarnya. Selain ingin menempatkan bimbingannya pada perguruan tinggi negeri terbaik, program ini ingin membekali siswanya dengan kesiapan mental dan bekal pemahaman nilai kehidupan keagamaan yang inklusif dan moderat melalui berbagai diskusi dan pendampingan non akademik.

Tujuannya, MataAir ingin menjadikan BPUN ini menjadi gerakan filantropi dalam pendidikan yang menyiapkan generasi muda yang berprestasi secara akademik sekaligus menjadi frontline dakwah ajaran agama yang moderat.

“Kita ingin ini menjadi gerakan filantropi pendidikan, sebagai penjaga Islam rahmatan lil’alamin di kampus-kampus unggulan, misal UI, ITB, UGM dan lainnya,” jelas Idris.

Idris mengungkap kurikulum BPUN ini adalah 80% pendampingan akademik agar sukses seleksi masuk perguruan tinggi dan 20% penguatan capacity building pelajar, misal pemahaman keagamaan, kemampuan organisasi dan kepemimpinan serta nation building.

Idris memaparkan bahwa BPUN saat ini telah memasuki tahun ke-11. Tahun ini, BPUN menjangkau 30 kota di seluruh Indonesia. Mereka yang telah mendaftar dan terseleksi akan mengikuti bimbingan belajar intensif selama 1 bulan. Mereka akan menginap di pesantren ataupun asrama di seluruh Indonesia.

Mereka yang terseleksi adalah siswa siswi tahun akhir SMA, SMK atau MA yang punya prestasi akademik dan non akademik yang baik. Namun yang lebih utama bagi BPUN adalah menerima mereka yang punya kemauan tinggi untuk melanjutkan sekolah di jenjang perguruan tinggi namun punya latar belakang kesulitan ekonomi atau minim akan akses pendidikan lanjut.

“Jadi syarat utamanya adalah punya kemauan tinggi,” kata Idris.

MataAir  sebagai penyelenggara BPUN memandang dengan pendidikan kita bisa memperbaiki taraf kehidupan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, pendidikan yang baik juga perlu disertai pemahaman agama yang moderat.

Tujuan keagamaan ini tak lepas dari semangat MataAir melalui spirit filantropi pendidikan untuk menciptakan generasi masyarakat yang semangat membangun Indonesia namun punya pemahaman agama yang moderat.

“Ini mimpi NU menciptakan generasi baru, generasi yang dibutuhkan oleh pembangunan bangsa indonesia namun punya pemahaman agama yang moderat, yakni yang sering disebut rahmatan lil’alamin,” pungkasnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.