Site icon MataAir

Netanyahu Dorong AS untuk Segera Mengakhiri Gencatan Senjata dengan Iran

Netanyahu Dorong AS untuk Segera Mengakhiri Gencatan Senjata dengan Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan harapannya agar kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dapat segera terhenti. Dalam pernyataannya pada rapat kabinet yang diadakan pada Senin, 13 April 2026, ia menyatakan bahwa situasi ini bisa berubah dengan cepat, seperti yang dilaporkan oleh beberapa media berbahasa Ibrani, termasuk situs berita Walla.

Dalam sebuah video yang dirilis oleh kantornya, Netanyahu menyampaikan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, memberinya informasi mengenai pertemuan yang diadakan dengan Iran di Pakistan pada akhir pekan sebelumnya. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata yang telah diumumkan oleh Presiden Trump selama dua minggu.

Netanyahu menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak bisa membiarkan Iran melanggar perjanjian yang telah disepakati untuk memulai negosiasi. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian tembakan dan pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, yang hingga saat ini belum dipatuhi. Ia menekankan bahwa tindakan Iran tidak bisa diterima oleh AS. Selain itu, Vance juga menyampaikan bahwa prioritas utama bagi AS adalah menghilangkan semua bahan yang diperkaya dan memastikan tidak ada pengayaan uranium di Iran selama beberapa dekade ke depan, yang juga menjadi perhatian utama bagi Israel.

Israel menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Presiden Trump untuk menerapkan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran. Netanyahu menambahkan bahwa kedua negara terus melakukan koordinasi yang erat terkait isu ini.

Ia menegaskan, “Klaim bahwa terdapat ketegangan di antara kita sepenuhnya tidak benar. Sebaliknya, koordinasi yang ada justru sangat kuat. Setiap orang yang terlibat dalam percakapan ini, serta diskusi harian dengan presiden dan timnya, dapat mengonfirmasi hal ini.”

Netanyahu juga menegaskan bahwa tingkat koordinasi saat ini luar biasa, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Israel atau bangsa Yahudi.

Sementara itu, saat militer AS melakukan blokade laut terhadap Iran pada pukul 17.00 waktu Israel, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan bahwa mereka tetap dalam keadaan “siaga tinggi” menunggu perkembangan lebih lanjut.

Militer Israel menyatakan bahwa tidak ada perubahan dalam pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri untuk warga sipil, dan mereka tetap siap untuk kembali beroperasi di Iran jika situasi memerlukan.

➡️ Baca Juga: Rudal Iran Melenceng ke Turki, Pertahanan Udara NATO Tembak Jatuh dan Ankara Kirim Protes ke Teheran

➡️ Baca Juga: Negara-Negara Arab Siap Tindak Tegas Terhadap Iran Setelah Melewati Batas?

Exit mobile version