Site icon MataAir

Moncong Pesawat GA-176 Penyok Setelah Mendarat di Pekanbaru, Garuda Indonesia Beri Penjelasan

Moncong Pesawat GA-176 Penyok Setelah Mendarat di Pekanbaru, Garuda Indonesia Beri Penjelasan

Jakarta – Baru-baru ini, muncul berita yang viral di media sosial mengenai kerusakan pada moncong pesawat Garuda Indonesia setelah penerbangan dari Jakarta menuju Pekanbaru pada Sabtu, 7 Maret 2026. Moncong pesawat di bagian kiri tampak mengalami penyok yang cukup signifikan.

Menanggapi isu tersebut, Dicky Irchamsyah, Kepala Divisi Komunikasi Korporat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, mengonfirmasi bahwa penerbangan GA-176 yang mengambil rute Jakarta-Pekanbaru pada tanggal yang sama telah mendarat dengan aman dan sesuai prosedur di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Sebelum pendaratan, pesawat sempat terdeteksi adanya objek asing yang tidak dikenal (Unknown Airborne Object) di sekitar pesawat, yang menjadi perhatian saat proses pendaratan berlangsung.

“Pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan objek asing tersebut,” ungkap Dicky dalam pernyataannya pada Senin, 9 Maret 2026.

Pesawat GA-176, yang dioperasikan dengan armada PK-GFF, berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta pada pukul 15.35 WIB dan berhasil tiba dengan selamat di Pekanbaru pada pukul 17.14 WIB.

Indikasi adanya objek asing ini terungkap setelah kru pesawat mendengar suara yang tidak biasa saat bersiap untuk mendarat. Sebagai respons, Pilot in Command (PIC) segera melaksanakan prosedur mitigasi keselamatan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, memastikan proses pendaratan berlangsung aman dan terkontrol.

Seluruh penumpang yang berjumlah 117 orang, ditambah dengan dua kru kokpit dan lima kru kabin, dipastikan mendarat dengan selamat, dan kedatangan di bandara berlangsung tanpa kendala.

Setelah tiba di bandara tujuan, pesawat langsung menjalani pemeriksaan teknis dan investigasi dari tim yang berwenang. Tindakan selanjutnya berupa inspeksi menyeluruh dan perawatan armada akan dilakukan sebelum pesawat dinyatakan laik terbang kembali sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.

“Saat ini, Garuda Indonesia juga melakukan koordinasi intensif dengan otoritas penerbangan terkait untuk memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi keselamatan penerbangan,” jelasnya.

Sebagai maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia selalu menjadikan keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional sebagai prioritas utama dalam setiap penerbangannya, serta berkomitmen untuk memastikan seluruh operasional sesuai dengan standar keselamatan penerbangan baik nasional maupun internasional.

➡️ Baca Juga: 5 Fakta Passwordless Login yang Bakal Bikin Kamu Lupa Password Selamanya

➡️ Baca Juga: Realme UI vs MIUI: mana yang lebih banyak iklan bloatwarenya?

Exit mobile version