Pelatih Liverpool FC, Arne Slot, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap keputusan wasit setelah timnya mengalami kekalahan 0-1 di tangan Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League, yang berlangsung pada Rabu dini hari WIB, 11 Maret 2026.
Dalam pertandingan yang digelar di Rams Park tersebut, Liverpool harus mengakui dominasi tuan rumah setelah Mario Lemina mencetak gol cepat pada menit ketujuh yang menjadi penentu kemenangan bagi Galatasaray.
The Reds sebenarnya sempat merayakan gol penyama kedudukan pada menit ke-72 berkat Ibrahima Konate. Namun, kebahagiaan tersebut harus sirna ketika wasit Jesus Gil Manzano memutuskan untuk membatalkan gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR.
Dari tayangan ulang, terlihat bahwa bola menyentuh tangan Konate sebelum memantul ke kiper Ugurcan Cakir dan akhirnya mengenai kaki Virgil van Dijk sebelum masuk ke gawang.
Slot tidak hanya mempertanyakan keputusan mengenai gol yang dianulir, tetapi juga merasa bahwa Liverpool seharusnya mendapatkan penalti dalam situasi tersebut. Ia berpendapat bahwa Van Dijk ditarik oleh salah satu pemain Galatasaray di dalam kotak penalti.
“Di Premier League, ada banyak hal yang masih diperbolehkan bila dibandingkan dengan Liga Champions. Kami telah mendiskusikan hal ini sebelum pertandingan, dan saya sangat terkejut bahwa itu tidak dianggap sebagai penalti,” ujar Slot.
Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti bahwa sejumlah keputusan wasit selama pertandingan tampak lebih berpihak kepada tim tuan rumah.
Menurutnya, setiap pelanggaran kecil yang dilakukan oleh Liverpool langsung berujung pada tendangan bebas untuk Galatasaray, sementara pelanggaran terhadap pemain Liverpool justru diabaikan oleh wasit.
“Setiap kali dia merasa melihat pelanggaran dari kami, dia langsung memberikan tendangan bebas untuk Galatasaray. Namun, ketika mereka melakukan pelanggaran yang sama, dia justru membiarkannya. Itu cukup mengejutkan,” jelasnya.
Slot bahkan menilai bahwa keputusan mengenai dugaan handball Konate masih dapat diperdebatkan, karena tidak ada kejelasan yang signifikan.
“Jika melihat bagaimana mereka menarik baju Virgil sebelum bola mengenai tangan Konate, sepertinya kami bukan satu-satunya yang merasakan tekanan atmosfer di stadion ini,” tambah Slot.
Kekalahan ini menuntut Liverpool untuk berjuang lebih keras pada leg kedua agar bisa membalikkan keadaan dan tetap menjaga peluang mereka untuk lolos ke perempat final Liga Champions.
➡️ Baca Juga: Uji Coba: CPU-Z Android Bisa Overclock CPU Lama, Hasilnya Mengejutkan
➡️ Baca Juga: Grammy Awards 2026 Nominations: Bad Bunny, Lady Gaga, and Rose BLACKPINK Lead the Pack

