slot deposit qris depo 10k
bola

Laga Dramatis Menentukan Juara Baru Sepakbola Putri Usia Dini di Jakarta

Drama adu penalti menjadi momen yang menentukan bagi SDN Cipayung 02, yang berhasil meraih gelar juara setelah melalui pertarungan sengit melawan SDN Kebayoran Lama Selatan 19. Di kelompok usia yang berbeda, SDN Gedong 03 juga mencatatkan diri sebagai pemenang di Jakarta.

Dari Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I berhasil meraih predikat juara baru di kategori usia 10 tahun (KU 10), sementara SD Muhammadiyah Sapen sukses merebut kembali gelar juara di kelompok usia 12 tahun (KU 12).

Keempat sekolah tersebut menjadi pemenang dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026-2027, yang menyelesaikan seluruh pertandingan finalnya pada hari Minggu, 20 September 2026.

Final di Jakarta berlangsung di Lapangan Bola Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur. Kompetisi ini diikuti oleh 1.928 atlet dari 111 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dengan 53 tim berkompetisi di KU 10 dan 123 tim di KU 12.

Di Yogyakarta, sebanyak 1.294 atlet dari 76 SD dan MI berpartisipasi. Terdapat 40 tim yang bersaing di KU 10 dan 83 tim di KU 12.

SDN Cipayung 02 mencatatkan kemenangan lewat drama adu penalti yang penuh ketegangan.

Pertandingan final KU 12 di Jakarta berlangsung dengan sangat ketat sejak menit pertama. SDN Cipayung 02 berhasil membuka keunggulan pada menit ketiga berkat gol dari Keisha Rizky Ramadani, yang memanfaatkan peluang dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Gildas Syauqillah.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Hanya dalam waktu tiga menit, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 berhasil membalikkan keadaan melalui gol Maura Jihan Athifa pada menit keenam, disusul oleh gol Alesha Kaysha Salsabila satu menit kemudian.

Setelah tertinggal, Cipayung meningkatkan intensitas serangan. Gildas Syauqillah menjadi penyelamat timnya dengan mencetak gol penyama pada menit ke-19 melalui tendangan akurat ke sisi kanan gawang yang dijaga oleh Deviana Azizah.

Skor 2-2 bertahan hingga akhir waktu normal, dan penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.

Dalam situasi menegangkan tersebut, Cipayung menunjukkan ketenangan yang lebih baik. Keempat eksekutor penalti mereka berhasil menjalankan tugas dengan sempurna, sementara Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan yang ada.

Gildas menjadi penendang terakhir bagi Cipayung dan berhasil memastikan kemenangan timnya dengan skor 4-2, sekaligus meraih gelar juara.

“Pada babak pertama, kami sempat merasa ragu karena lawan-lawan kami banyak yang berbakat. Namun, pelatih meminta kami untuk tetap semangat hingga akhir pertandingan, dan berkat kerja sama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu, kami akhirnya bisa meraih juara,” ungkap Gildas dengan penuh semangat.

➡️ Baca Juga: Pegadaian Dapat Penghargaan Best Sukuk-SME di Kuala Lumpur, Tanda Pengakuan Internasional

➡️ Baca Juga: Bank Buka Kapan Setelah Lebaran 2026? Simak Jadwal Lengkapnya

Related Articles

Back to top button