slot deposit qris depo 10k
bisnis

Ketua Dewan Pakar Asprindo Tinjau Penerapan Soemitronomics dalam Kebijakan Prabowo

Jakarta – Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Prof Didin S Damanhuri, memberikan perhatian serius terhadap arah kebijakan ekonomi yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun terakhir. Ia mengamati bahwa Prabowo tampaknya sedang berupaya mengimplementasikan pendekatan yang dikenal dengan istilah Soemitronomics.

Didin menjelaskan bahwa Soemitronomics merujuk pada gagasan ekonomi yang dikembangkan oleh Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan ayah dari Prabowo Subianto. Menurutnya, konsep ini mencerminkan semangat yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara peran negara, sektor swasta, dan koperasi dalam perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Didin mengungkapkan bahwa Soemitronomics memiliki kemiripan dengan model sosialisme demokrat yang diterapkan di negara-negara Eropa Barat, terutama di kawasan Skandinavia yang meliputi Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Islandia.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Soemitronomics?

Didin menginterpretasikan Soemitronomics sebagai pendekatan yang menekankan kedaulatan rakyat dalam pengelolaan ekonomi. Dalam kerangka ini, negara berperan aktif untuk mengatur pasar agar tetap dalam kondisi yang sehat dan menghindari dominasi kapital yang berlebihan.

Ia memberikan contoh mengenai praktik yang ada di negara-negara sosial demokrasi, di mana sektor swasta dapat berkembang namun tetap berada di bawah regulasi pemerintah. Hal ini mencakup pajak progresif, iuran jaminan sosial, peraturan anti-monopoli, serta berbagai regulasi lainnya. Dengan demikian, koperasi dapat tumbuh seiring dengan keberadaan pengusaha swasta dalam iklim sosialisme.

“Mereka (koperasi dan sektor swasta) beroperasi dalam mekanisme pasar yang sehat. Pengembangan ekonomi tidak seharusnya didasarkan pada kultur kolonial dan mentalitas inlander yang hanya melahirkan pengusaha-pengusaha yang tidak autentik,” tegas Didin dalam keterangan tertulisnya pada 26 Maret 2026.

Tantangan Ekonomi di Indonesia

Didin berpendapat bahwa Soemitronomics merupakan upaya pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi yang ada di Indonesia, termasuk maraknya praktik perburuan rente (rent-seeking). Aktivitas ini mengacu pada usaha untuk meraih keuntungan melalui kedekatan atau lobi dengan pihak berkuasa, bukan melalui inovasi atau efisiensi yang nyata.

“Saya percaya, selama mereka bukan pelaku rent-seeking, sektor swasta dapat berkembang dalam konteks Ekonomi Pancasila, seperti yang pernah diungkapkan oleh Bung Hatta, serta terinspirasi oleh praktik di negara-negara sosialisme demokrasi,” jelas Didin.

Belum lagi, terdapat pertimbangan tentang keberadaan lapisan UMKM yang merupakan pengusaha pribumi dan berpotensi menjadi cikal bakal kelas menengah. Ia menekankan pentingnya memberikan dorongan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang saat ini menyumbang lebih dari 99 persen struktur dunia usaha di Indonesia.

➡️ Baca Juga: 7 Fakta Rekor Penonton Worlds 2018: Momen Puncak Popularitas Esports LoL

➡️ Baca Juga: Cara Meningkatkan Efisiensi Mobil Listrik saat Mudik, Lebih dari Sekadar Baterai

Related Articles

Back to top button