Karhutla Melanda IKN, BNPB Laporkan 734,81 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga kini terdapat 734,81 hektare lahan gambut yang masih terbakar, dan pemadaman terus dilakukan untuk mengatasi situasi ini.
Angka tersebut merupakan bagian dari total luas 72.008 hektare lahan yang telah terbakar. Dari keseluruhan, sebanyak 71.274,29 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim penanggulangan bencana.
Namun, upaya pemadaman tersebut belum dapat dinyatakan selesai. Kepala BNPB, Suharyanto, mengingatkan bahwa karakteristik lahan gambut menjadikannya sangat sulit untuk dipadamkan sepenuhnya, sehingga risiko kebakaran dapat terus berlanjut.
“Per kemarin, yang masih terbakar adalah 734,81 hektar. Saat ini, kami sedang fokus untuk memadamkan area yang masih terbakar itu. Apakah jumlah tersebut dapat berkurang? Itu belum pasti. Hal ini disebabkan oleh sifat lahan gambut yang kompleks,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers pada Senin, 7 September 2026.
BNPB akan terus memantau kondisi lahan setelah proses pemadaman dilakukan. Pemantauan ini akan dilakukan dengan bantuan teknologi satelit dari Kementerian Kehutanan dan BMKG untuk mendapatkan data yang akurat.
Melalui pemantauan tersebut, tim akan mengidentifikasi titik-titik api yang masih terlihat. Jika terdapat bara api atau titik panas yang terdeteksi, maka pemadaman akan dilanjutkan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran yang tersisa.
Tantangan dalam penanganan kebakaran lahan gambut ini cukup besar, karena sering kali api tidak berhenti hanya setelah berhasil dipadamkan di permukaan.
Suharyanto juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca yang berpotensi mempengaruhi kebakaran. Musim kemarau yang ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun depan, sehingga potensi kebakaran di berbagai wilayah tetap menjadi perhatian serius.
Selain enam wilayah lahan gambut yang masih terbakar, BNPB juga mencatat adanya kebakaran di beberapa daerah lain.
Salah satunya terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, yang terbakar seluas 4,6 hektare dan kini tengah dalam proses pemadaman.
Di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, kebakaran melanda area seluas 458 hektare yang juga masih dalam penanganan. Kebakaran lainnya terdeteksi di Gunung Ijen, Jawa Timur, dengan luasan 2,5 hektare, serta di Gunung Butak, Jawa Timur, yang terbakar seluas 16,5 hektare.
Sementara itu, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, kebakaran seluas 223,5 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim pemadam.
“Jumlah kebakaran yang telah teratasi mencapai 705,1 hektar. Namun, perlu dicatat bahwa area seluas 705,1 hektar ini bukanlah lahan gambut, sehingga proses pemadamannya lebih mudah,” jelas Suharyanto.
Pihak BNPB juga masih aktif dalam penanganan dan pemantauan terhadap titik-titik kebakaran yang belum sepenuhnya padam, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut yang lebih rumit.
➡️ Baca Juga: Erin Pede Menyatakan Tak Bersalah atas Tuduhan Penganiayaan ART, Siapkan Bukti Kuat
➡️ Baca Juga: Netanyahu Mengakui Mengidap Kanker yang Disembunyikan untuk Menghindari Propaganda Iran




