Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Alamang-644, yang merupakan bagian dari unsur BKO Guskamla Koarmada I dalam Operasi Cakra Wira-26, berhasil menggagalkan upaya pencurian batu granit di perairan Selat Gelam, Karimun, Kepulauan Riau.
Komandan KRI Alamang-644, Letnan Kolonel Laut (P) Rudi Sulistiyanto, menjelaskan bahwa tindakan ini berawal dari identifikasi sebuah kapal TB SOL 1006 yang berbendera Indonesia. Kapal tersebut terdeteksi sedang melintas dengan muatan batu granit dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura pada malam hari, tepatnya tanggal 2 April 2026.
“Pada pukul 19.30 WIB, kami menerima informasi melalui radio mengenai kehadiran kapal yang mencurigakan berdekatan dengan tongkang TK BAC 2302 yang ditarik oleh TB SOL 1006,” ungkap Rudi saat memberikan keterangan di Tanjungpinang pada hari Minggu.
Rudi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, kapal tersebut diduga terlibat dalam pencurian muatan granit yang terjadi di laut pada koordinat yang telah dilaporkan sebelumnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, KRI Alamang-644 segera berangkat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan tiba di sana sekitar pukul 19.50 WIB. Setelah itu, tim melakukan identifikasi visual dan menemukan sebuah kapal kecil yang terparkir di sisi kiri tongkang TK BAC 2302.
Setelah menemukan kapal yang mencurigakan, dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kapal tersebut untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sekitar pukul 20.20 WIB, tim berhasil mengamankan kapal yang dimaksud dan langsung melaksanakan pemeriksaan lebih mendalam.
“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan bahwa kapal tersebut adalah KM Melina, yang memuat batu granit tanpa dilengkapi dokumen resmi, serta barang bukti lainnya di atas kapal,” jelas Rudi.
Lebih lanjut, Rudi menambahkan bahwa kapal tersebut diawaki oleh lima orang yang diduga kuat terlibat dalam pencurian muatan granit dengan berat sekitar 15 ton, yang kemungkinan besar merupakan hasil curian dari tongkang yang menjadi sasaran.
KM Melina beserta seluruh anak buah kapal (ABK) kini sudah diamankan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun untuk proses penyidikan yang lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa patroli rutin akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dan represif demi menjaga stabilitas keamanan laut di wilayah tersebut.
➡️ Baca Juga: Ciri Download Manager Malware: Apa yang Harus Diketahui
➡️ Baca Juga: Xiaomi Menguji Smartphone 6,59 Inci: Apakah Ini Xiaomi 17 SE?

