Pertandingan pekan ke-20 BRI Super League yang mempertemukan PSBS Biak dan PSM Makassar akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (8/2/2026). Duel ini diharapkan menjadi tontonan menarik, terutama antara dua pemain kunci: striker PSM Makassar, Alex Tanque, dan kiper PSBS Biak, Aldo Geraldo Manuel Monteiro, yang lebih dikenal dengan sebutan Kadu.
Alex Tanque, penyerang asal Brasil, berusaha mengakhiri masa paceklik golnya setelah tiga pertandingan tanpa mencetak gol. Gol terakhirnya tercatat pada pekan ke-16 saat melawan Borneo Samarinda FC pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Terhentinya produktivitas Tanque menyebabkan total golnya di musim Super League 2025/2026 tetap di angka enam. Situasi ini juga berdampak pada performa PSM Makassar yang tidak konsisten, membuat mereka berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan 20 poin.
Harapan Agar Alex Tanque Kembali Tajam
Pada pertemuan pertama musim ini, Tanque menunjukkan penampilan luar biasa dengan mencetak hat-trick melawan PSBS Biak. Namun, setelah itu, ia tidak berhasil mencetak gol dalam pertandingan melawan Bali United (pekan 17), Persijap Jepara (pekan 18), dan Semen Padang (pekan 20). Di musim ini, Tanque telah mencetak 6 gol dalam 17 penampilan di Super League dengan total waktu bermain mencapai 1.141 menit. Ia juga sempat menerima kartu merah. Kehadiran striker asing baru, Luka Cumic, yang diharapkan menjadi duet Tanque, diharapkan dapat memecahkan kebuntuan tersebut.
Legenda PSM Makassar, Anwar Liko, menilai bahwa meski Tanque belum mencetak gol, kontribusinya tetap signifikan terutama dalam menciptakan ruang dan menarik perhatian bek lawan. Liko menambahkan bahwa Tanque membutuhkan dukungan yang lebih optimal dari lini tengah, yang berkurang sejak hilangnya midfielder Savio Roberto akibat cedera. Diharapkan kembalinya Savio Roberto akan memberikan dukungan yang lebih baik bagi Tanque di lini depan.
Cacing, Beteng PSBS Bergetar
Di sisi lain, Kadu, kiper PSBS Biak asal Angola, akan menjadi tantangan besar bagi lini serang PSM Makassar, termasuk Tanque. Kadu dikenal sebagai sosok vital di bawah mistar gawang, sering melakukan penyelamatan heroik dalam situasi yang sulit. Pengalamannya sebagai mantan penjaga gawang Timnas Angola memberinya kematangan dalam pengambilan keputusan serta kemampuan membaca permainan dan refleks yang cepat.
Kadu berada di urutan empat besar kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Super League musim ini, telah mencatatkan 64 penyelamatan, hanya kalah dari Ernando Ari (Persebaya Surabaya) dengan 66 save, Hauptmeijer (Bali United) dengan 75 save, dan Nadeo Argawinata (Borneo FC) dengan 77 save. Meskipun penampilan gemilangnya, Kadu belum mampu mengangkat posisi PSBS Biak yang masih terjebak di atas zona degradasi, menduduki peringkat ke-15 klasemen dengan 17 poin. Kadu telah bermain sebanyak 18 pertandingan pada musim 2025/2026 dengan rata-rata kebobolan 2.16 gol per laga.
Perbandingan Statistik dan Posisi Klasemen
Pertandingan antara PSBS Biak dan PSM Makassar dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, pukul 15.30 WIB atau 16.30 Wita di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertemuan ini krusial bagi kedua tim.
PSM Makassar, yang saat ini menduduki peringkat ke-13 klasemen dengan 20 poin, berusaha bangkit dari tren buruk setelah tidak meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Sementara itu, PSBS Biak yang berada di posisi ke-15 dengan 17 poin juga membutuhkan poin untuk menjauhi zona degradasi.
Pada pertemuan pertama musim ini, PSM Makassar berhasil menaklukkan PSBS Biak dengan skor telak 5-0, di mana Alex Tanque mencetak hat-trick. Namun, situasi kedua tim kini berbeda. PSM Makassar berusaha memperbaiki konsistensi permainan mereka, sedangkan PSBS Biak berjuang untuk menemukan performa terbaik mereka. Pertarungan antara ketajaman Alex Tanque dan keandalan Kadu di bawah mistar gawang akan menjadi kunci dalam menentukan hasil pertandingan ini.
➡️ Baca Juga: Trailer Wolverine PS5 Bangkitkan Ekspektasi, Tapi Rilis Dijadwalkan 2026
➡️ Baca Juga: Green Pixels: Jejak Karbon Industri E-Sports dan Upaya Menuju Sustainability di Balik Gemerlap Turnamen

