Site icon MataAir

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Kini Peringatkan Pemilu Masih Jauh

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Kini Peringatkan Pemilu Masih Jauh

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengungkapkan keyakinan bahwa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan memimpin Indonesia selama dua periode.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi pada bulan September 2025 yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia menginstruksikan para relawannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk dua periode mendatang.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap yang ditunjukkan oleh kelompok relawan Barisan Rakyat Jokowi Presiden (Bara JP) yang juga menyatakan dukungannya terhadap Prabowo dan Gibran untuk menjabat selama dua periode.

“Saya telah menyampaikan kepada semua relawan sejak awal untuk mendukung Prabowo-Gibran dalam dua periode,” jelas Jokowi.

Namun, saat ditanya mengenai arah dukungan untuk Pemilu 2029 yang akan datang, Jokowi menunjukkan sikap yang berbeda. Ia menekankan bahwa pemilihan umum tersebut masih jauh waktunya.

Jokowi sebelumnya juga mengomentari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah yang dimiliki oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menegaskan pentingnya menghormati keputusan MK, termasuk semua tahapan dan pertimbangan hukum yang menjadi dasar putusan tersebut.

Menurut Jokowi, hal yang utama adalah semua pihak harus menghormati konstitusi yang berlaku di Indonesia.

“Saya menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi, dengan semua tahapan dan pertimbangannya. Yang paling penting adalah kita semua menghormati konstitusi yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa isu ijazah perlu dipahami dalam konteks sistem pendidikan yang berbeda-beda di setiap negara.

Ia menguraikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia memiliki tahapan yang jelas, dimulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga pendidikan tinggi seperti sarjana (S1) atau diploma.

Di sisi lain, Jokowi mencatat bahwa sistem pendidikan di luar negeri bisa memiliki jalur yang berbeda. Beberapa sistem memungkinkan individu menyelesaikan pendidikan tingkat menengah sebelum melanjutkan ke universitas.

Selain itu, terdapat pula sistem pendidikan yang menggunakan program pathway sebelum seseorang masuk ke jenjang diploma atau sarjana.

“Ada yang mengikuti jalur seperti kita, mulai dari SD, SMP, kemudian secondary school, sebelum masuk universitas. Namun, ada juga sistem yang melalui program pathway, sebelum akhirnya meraih diploma dan gelar sarjana. Saya rasa setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda,” pungkasnya.

➡️ Baca Juga: Ciri Download Manager Malware: Apa yang Harus Diketahui

➡️ Baca Juga: Taisei Marukawa Resmi Naturalisasi, Timnas Indonesia Dapatkan Pilihan Baru Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Exit mobile version