Jakarta(8/8)- Santri yang selama ini dikenal hanya unggul di bidang agama saatnya dirubah. Selain pintar agama santri juga harus didorong jadi sorang entrepreneur atau pengusaha. Hal ini sangat memungkinkan karena santri berada di lingkungan pesantren yang potensial sebagai pusat pengembangan ekonomi. Santri selain belajar agama juga dilibatkan dalam pengelolaan unit-unit bisnis pesantren. Ini bisa jadi laboratorium inkubasi bisnis pesantren.

Menurut Sekretaris Utama Indonesia Youth Forum (IYF) sekaligus pemerhati pendidikan vokasi Habibi Fahmi bahwa saat ini pesantren berkembang sangat cepat, tidak hanya dari segi jumlah santri, tapi juga sarana dan prasana, akses informasi yang lebih luas. harusnya ini jadi peluang pesantren memperluas kegiatan salah satunya adalah mendorong santri jadi pengusaha.

“Perkembangan dunia yang cukup cepat harus direspon pesantren. Santri jangan hanya lulus dengan bekal agama yang luar biasa, juga harus punya semangat berwirausaha, punya jiwa entrepreneur, jiwa pengusaha. Ini bisa dipupuk dengan melibatkan santri dalam unit-unit bisnis. Santri dilibatkan cara membangun bisnis, santri dilibatkan dalam pengelolaan unit-unit bisnis. Ini kan jadi nilai tambah lulusan pesantren. Sejak dini menanamkan semangat berwirausaha. Harannya lulusan pesantren bisa membantu dalam menumbuhkan ekonomi umat yang berkah.” ujarnya.

Lebih lanjut habibi mengatakan bahwa dulu dan sekarang berbeda kondisinya. “Dulu untuk akses informas saja susah. Sekarang ini pesantren bisa akses informasi sebanyak-banyaknya, bahkan membangun jaringan dengan pesantren yang lain” ujarnya.

Pesantren bisa menjalin kerjasama dengan lembaga yang berkaitan langsung dengan kewirausahaan untuk terlibat langsung mendidik santri jadi pengusaha. “Pesantren bisa menggandeng lembaga yang berkaitan misal Kadin. Kadin bisa memerintahkan anggotanya untuk datang ke pesantren memberikan pembekalan kepada santri. Bahkan kadin bisa membuat program satu pengusaha mengampu pesantren di wilayah tertentu.”

Pesantren sebenarnya bisa menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan untuk menggarap bisnis tertentu. Polanya bisa dengan pesantren menjadi pemasok sebuah perusahaan, model keagenan, subkontrak, dan sebagainya.

Pesantren sekarang ini didorong pemerintah untuk mengembangankan pendidikan vokasi melalui program inkubasi bisnis pesantren. Harapannya inkubasi bisnis pesantren bisa membantu pemerintah menyediakan sumber daya manusia yang unggul menghadapi tantangan zaman yang semakin ketat. (IYF)

Categories: News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.