Diego Michiels Siap Jadi Pelatih, Tanggapi Kritik Kreativitas Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo, yang akrab disapa Jeje, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai kekalahan yang dialami oleh Timnas Indonesia saat melawan Bulgaria dalam final FIFA Series 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Senin, 30 Maret 2026, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Gol tunggal yang menjadi penyebab kekalahan Indonesia dicetak oleh Marin Petkov melalui tendangan penalti di menit ke-38, setelah Kevin Diks melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov di area terlarang.
Dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya pada Senin, 6 April 2026, Jeje menyoroti masalah yang lebih mendasar di tim, yaitu kurangnya kreativitas di lini tengah, dan bukan hanya mengedepankan kelemahan di pos striker sebagai penyebab utama kekalahan tersebut.
Jeje berpendapat bahwa kesulitan Indonesia dalam menembus pertahanan Bulgaria tidak hanya terletak pada performa striker, melainkan juga disebabkan oleh kebuntuan kreativitas di lini tengah yang membuat permainan tim menjadi tidak efektif.
Ia juga menegaskan bahwa Kevin Diks tidak seharusnya menjadi kambing hitam atas gol penalti tersebut, karena ada banyak faktor lain yang berkontribusi terhadap situasi itu.
“Kesulitan menembus pertahanan Bulgaria tidak hanya soal striker, tapi juga soal kebuntuan kreativitas. Untuk kebobolan, jangan cepat menyalahkan Kevin Diks. Ada masalah dalam skema di lini tengah yang membuat pertahanan kita bekerja tanpa dukungan,” tulis Jeje.
Komentar Jeje tersebut langsung menarik perhatian dari Diego Michiels, mantan pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Pemain yang saat ini membela Borneo FC ini memberikan tanggapan singkat melalui kolom komentar di unggahan yang sama.
“Siap coach,” tulis Diego, mengisyaratkan kesiapan dan dukungannya terhadap perbaikan tim.
Sebelumnya, Jeje juga menerima respons serupa dari striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Sananta memberikan tanggapan terhadap video Jeje di TikTok, di mana Jeje mengkritik waktu pergerakan Sananta saat menerima umpan.
Dalam video tersebut, Jeje menyatakan bahwa Sananta sering terlambat dalam menentukan waktu berlari, dan seorang striker seharusnya dapat membaca situasi agar peluang dapat dimaksimalkan.
Kritik tersebut langsung dibalas oleh Sananta melalui kolom komentar dengan nada yang sedikit menyindir.
“Siap coach Jeje,” tulis Sananta, di mana ia menambahkan, “Siapa yang terlambat mengumpan, siapa yang seharusnya disalahkan atas timing larinya, hadeh.”
➡️ Baca Juga: <p>“Google AI Plus Diluncurkan di AS seharga $7,99, Meningkatkan Google One menjadi 2 TB”</p>
➡️ Baca Juga: Hendarsam Marantoko Resmi Menjadi Dirjen Imigrasi Berdasarkan Keppres dan Dilantik pada April




