slot deposit qris depo 10k
Otomotif

Dampak Subsidi Terhadap Perkembangan Pasar Motor Listrik di Indonesia

Jakarta – Pasar sepeda motor listrik di Indonesia mengalami lonjakan penjualan yang signifikan setelah pemerintah memberikan subsidi untuk pembelian kendaraan ini. Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa penyaluran bantuan untuk motor listrik meningkat secara drastis, dari 11.532 unit pada tahun 2023 menjadi 62.541 unit pada tahun 2024, mencatat pertumbuhan sekitar 442 persen.

Program subsidi ini melibatkan 22 produsen dan mencakup 70 model atau tipe kendaraan listrik roda dua. Secara keseluruhan, sebanyak 74.073 unit kendaraan telah menerima bantuan pembelian melalui program yang diluncurkan oleh pemerintah.

Dampak dari stimulus ini sangat terlihat dalam penjualan sepeda motor listrik secara keseluruhan. Penjualan meningkat dari 17.198 unit pada tahun 2022 menjadi 62.409 unit pada tahun 2023, dan mencapai 77.078 unit pada tahun 2024.

Namun, tren pertumbuhan ini tidak berlanjut pada tahun 2025. Penjualan sepeda motor listrik mengalami penurunan menjadi 55.059 unit, menandakan bahwa pasar masih menghadapi berbagai tantangan setelah adanya periode besar-besaran pemberian stimulus.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa pengalaman ini menunjukkan bahwa kebijakan yang berfokus pada permintaan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

“Pengalaman ini mengindikasikan bahwa stimulus pasar memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua,” ujarnya, mengutip pernyataan pada 14 Agustus 2026.

Menurut Menperin, upaya untuk mendorong permintaan harus diimbangi dengan penguatan di sektor produksi. Industri memerlukan kepastian pasar agar investasi dan pengembangan kapasitas produksi dapat terus berjalan.

“Dengan demikian, kebijakan yang mendorong sisi permintaan dan pasokan harus berjalan beriringan, sehingga industri mendapatkan kepastian pasar dan tetap termotivasi untuk berinvestasi serta memperdalam struktur industri,” katanya.

Saat ini, Indonesia memiliki 69 perusahaan yang bergerak di industri kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, dengan total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun. Nilai investasi di sektor ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Pemerintah juga berupaya memperluas ekosistem kendaraan listrik dengan mendorong penggunaan komponen lokal. Hingga 22 Juli 2026, tercatat 31 perusahaan telah mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk 98 produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua dan roda tiga.

Rata-rata TKDN untuk kendaraan listrik roda dua dan roda tiga saat ini mencapai 47,5 persen, dengan rentang bervariasi antara 27 persen hingga 74,27 persen. Pemerintah menetapkan target minimum TKDN sebesar 60 persen untuk periode 2027-2029, yang kemudian akan meningkat menjadi 80 persen mulai tahun 2030.

➡️ Baca Juga: HP Terbaru Januari 2026: Baterai 10.001 mAh dan Teknologi Telepon Tanpa Sinyal

➡️ Baca Juga: Imlek 2026: Long Weekend Empat Hari di Februari

Related Articles

Back to top button