AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Selat Hormuz Kembali Dibuka untuk Navigasi

Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk melaksanakan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu. Kesepakatan ini muncul setelah intervensi diplomatik mendesak yang diprakarsai oleh Pakistan. Dengan demikian, ultimatum yang sebelumnya dikeluarkan oleh Donald Trump, yang meminta Iran untuk menyerah atau menghadapi konsekuensi besar, kini dibatalkan.
Pengumuman mengenai gencatan senjata tersebut disampaikan Trump kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkannya sendiri, yaitu pukul 8 malam waktu AS, untuk meluncurkan serangan ke berbagai fasilitas di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Rencana serangan ini telah mendapat peringatan dari berbagai ahli hukum internasional, beberapa pejabat negara, serta pemimpin agama, yang menganggap tindakan tersebut berpotensi sebagai kejahatan perang.
Sebelumnya, Trump sempat menulis di platform media sosialnya, memperingatkan bahwa peradaban Iran akan hancur dalam semalam jika kesepakatan tidak tercapai.
Dalam cuitannya yang dikutip oleh berbagai sumber, Trump mengungkapkan keprihatinan bahwa sebuah peradaban akan musnah pada malam itu dan tidak akan pernah bisa diperbaiki. Meskipun dia tidak ingin hal tersebut terjadi, kemungkinan besar itu akan menjadi kenyataan.
Menariknya, sebelum pengumuman gencatan senjata, pesawat pengebom B-52 sudah dilaporkan dalam perjalanan menuju Iran, menunjukkan bahwa situasi sudah sangat tegang.
Namun, pada malam Selasa, Trump mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut berhasil dimediasi oleh Pakistan. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dikabarkan meminta masa damai selama dua minggu guna memberikan ruang bagi proses diplomasi yang lebih baik.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan kesediaannya untuk menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.
Selama periode dua minggu ini, Trump menyatakan harapannya bahwa AS dan Iran dapat melakukan negosiasi terkait proposal 10 poin yang diajukan oleh Teheran, yang berpotensi membawa kedua belah pihak menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Kami telah mencapai, bahkan melampaui, semua target militer dan kini semakin dekat dengan kesepakatan final untuk perdamaian jangka panjang dengan Iran, serta stabilitas di Timur Tengah,” tulis Trump.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, segera mengonfirmasi bahwa Iran telah setuju dengan gencatan senjata tersebut, menunjukkan adanya kemauan untuk mencari jalan damai dalam situasi yang sangat tegang ini.
➡️ Baca Juga: Android 17 Beta 1 Resmi Dirilis: Fitur Baru yang Wajib Diketahui
➡️ Baca Juga: Bandai Namco Tolak Dark Souls 3 Kali Ini Alasannya Gila




