Arti Qadarullah, Makna, Serta Kapan Harus Mengucapkannya

Ghozali

Arti qadarullah, makna qadarullah, kapan mengucapkan Qadarullah

Arti Qadarullah dan Waktu Pengucapannya – Di era media sosial saat ini, kita sering melihat banyak artis terkenal, influencer yang populer, serta para ustad yang kerap mengutarakan dan menuliskan frasa “Qadarullah”.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana konsep takdir atau ketentuan Allah telah merasuk ke dalam ranah digital.

Para artis, dengan basis pengikut yang besar, sering kali menggunakan kata-kata seperti “Qadarullah” untuk merespons peristiwa dalam hidup mereka, baik itu sukses, kegagalan, atau perubahan yang terjadi.

Dalam banyak kasus, mereka menggunakan frasa ini sebagai cara untuk menyampaikan pesan tentang penerimaan terhadap segala yang terjadi dalam hidup, sekaligus mengingatkan diri sendiri dan pengikutnya bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan rencana Allah.

Namun, demikian pula para influencer yang cenderung berbicara tentang gaya hidup, kecantikan, atau hiburan, tidak jarang juga memasukkan konsep “Qadarullah” dalam konten mereka.

Ini mungkin dimaksudkan untuk memberikan perspektif spiritual pada topik sehari-hari atau mengajak pengikut mereka untuk merenungkan makna di balik peristiwa-peristiwa dalam hidup.

Para ustad, yang memiliki otoritas agama, juga sering menggunakan kalimat “Qadarullah” dalam pesan-pesan mereka untuk mengajarkan makna kepasrahan kepada rencana Ilahi, serta untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjalani kehidupan dengan rasa syukur dan kesabaran.

Dalam keseluruhan, penggunaan frasa “Qadarullah” oleh berbagai kalangan di media sosial mencerminkan bagaimana aspek keagamaan dan spiritual tetap relevan dalam dunia digital yang semakin berkembang.

Ini juga mencerminkan upaya untuk memberikan makna lebih dalam pada berbagai peristiwa dalam hidup, serta mengajak orang untuk tetap merenungkan hubungan mereka dengan Tuhan dalam segala aspek kehidupan.

 

Apa Arti Qadarullah Sebenarnya?

Kalimat “Qadarullah” memiliki arti ketentuan Allah dalam Islam. Dalam agama Islam, Qadarullah merujuk pada keyakinan bahwa segala sesuatu di alam semesta, baik yang terjadi di masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang, telah ditentukan oleh Allah SWT.

Ini mencakup segala aspek kehidupan manusia, termasuk peristiwa, tindakan, rezeki, kesehatan, dan lain sebagainya.

Makna Kalimat Qadarullah menunjukkan kepercayaan pada kekuasaan dan pengetahuan Allah yang sempurna. Meskipun manusia memiliki kebebasan untuk membuat pilihan dan Tindakan.

Namun semua ini juga sudah ada dalam pengetahuan Allah dan telah ditentukan sebelumnya.

Dalam ucapan qadarullah, keyakinan mengajarkan bahwa kita harus menerima segala yang terjadi dengan ikhlas, baik dalam keadaan baik maupun buruk, karena semuanya adalah bagian dari rencana dan kebijaksanaan Allah.

Penting untuk diingat bahwa makna dan arti Qadarullah tidak menghilangkan tanggung jawab manusia terhadap tindakan mereka.

Manusia masih bertanggung jawab untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan dengan bijak, namun akhirnya hasil dan akibatnya adalah kehendak Allah.

KAPAN QADARULLAH DIUCAPKAN?

Kalimat “Qadarullah” umumnya diucapkan atau digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks agama Islam. Berikut adalah beberapa situasi di mana orang sering mengucapkan atau merujuk pada kalimat “Qadarullah”:

  1. Kalimat Qadarullah Ketika Ada Peristiwa Yang Diluar Dugaan

Ketika menghadapi peristiwa atau situasi yang tidak terduga, baik itu positif maupun negatif, seseorang dapat mengucapkan “Qadarullah” sebagai bentuk pengakuan bahwa segala yang terjadi adalah hasil dari rencana Allah.

 

  1. Saat Hadapi Kegagalan Atau Tantangan Ucapkan Qadarullah

Saat mengalami kegagalan, kesulitan, atau tantangan dalam hidup, ungkapan “Qadarullah” dapat membantu mengingatkan bahwa Allah memiliki rencana yang lebih besar dan bahwa menerima takdir adalah bagian dari keimanan.

 

  1. Ucapkan Qadarullah Ketika Meraih Keberhasilan

Bahkan dalam momen kemenangan atau pencapaian, ungkapan “Qadarullah” dapat mengingatkan seseorang agar tetap rendah hati dan menyadari bahwa hasil tersebut juga adalah kehendak Allah.

 

  1. Ketika Terjadi Musibah

Dalam menghadapi musibah atau bencana, “Qadarullah” digunakan sebagai bentuk tawakkal (berserah diri) kepada Allah dan sebagai cara untuk mengungkapkan kesabaran dan kepasrahan.

 

  1. Dalam Perencanaan Dan Keputusan, Kalimat Qadarullah Ucapkanlah

Saat membuat rencana atau mengambil keputusan, pengakuan tentang takdir Allah dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan yakin bahwa hasil akhirnya tergantung pada kehendak-Nya.

 

  1. Kalimat Qadarullah Untuk Bersyukur Dan Bersabar

Baik dalam kesenangan maupun kesulitan, ungkapan ini bisa digunakan untuk menyampaikan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah dan untuk mengingatkan tentang pentingnya kesabaran.

 

  1. Biasakan Ucapkan Qadarullah, Dalam Momen Kehidupan Sehari-Hari

Beberapa orang juga mengucapkan “Qadarullah” dalam momen sehari-hari, seperti saat mengalami perubahan cuaca, perjalanan yang tertunda, atau kejadian kecil lainnya.

Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan frasa “Qadarullah” harus dilakukan dengan kesadaran, keimanan, dan penerimaan yang benar.

Ini bukan hanya ungkapan rutin atau kata-kata yang diucapkan tanpa pemahaman yang mendalam. Tahu arti qadarullah, sangat penting bagi kita.

Terutama untuk merenungkan dan mengingatkan diri sendiri bahwa Allah memiliki kendali penuh atas segala hal dalam hidup.

Arti qadarullah, makna qadarullah, kapan mengucapkan Qadarullah

Apa Saja Contoh Dan Makna Qadarullah?

Dalam kehidupans ehari-hari kita pasti sellau mendapati hambatan, ujian, dan rintangan. Berikut beberapa penerapan kalimat “qadarullah” dalam keseharian. Beserta contoh kalimatnya:

  • Meskipun aku sangat berusaha, aku akhirnya menerima dengan lapang dada keputusan Qadarullah dalam mengatur nasibku.
  • Kehilangan pekerjaan itu sulit, tetapi aku percaya bahwa Qadarullah memiliki rencana yang lebih baik untuk masa depanku.
  • Saat aku terjebak dalam keputusasaan, aku selalu mengingatkan diriku sendiri bahwa Qadarullah tak pernah salah dalam mengatur segala sesuatu.
  • Pernikahan yang terjadi adalah hasil dari pertemuan yang tak terduga, mengingatkanku bahwa hubungan ini adalah bagian dari rencana Qadarullah.
  • Kecelakaan itu membuatku sadar betapa rapuhnya hidup ini dan betapa pentingnya berserah diri pada Qadarullah.
  • Dalam kesulitan ini, aku berusaha tetap bersyukur atas apa yang telah Qadarullah berikan dan yakin bahwa ada hikmah di baliknya.
  • Pada akhirnya, aku menyadari bahwa merencanakan adalah baik, tetapi meyakini rencana Qadarullah adalah lebih penting.
  • Saat bisnisku menghadapi tantangan besar, aku percaya bahwa Qadarullah akan membimbing langkah-langkahku ke arah yang tepat.
  • Meski perjalanan ini penuh dengan rintangan, aku percaya bahwa Qadarullah akan membantu aku mencapai tujuan akhirku.
  • Kepergian mendadak sahabatku mengajarkan aku tentang ketidakpastian hidup dan kebijaksanaan Qadarullah dalam menentukan waktu kita.
  • Melihat kebelakang, aku tersenyum karena menyadari betapa banyak momen indah yang diciptakan oleh tangan Qadarullah.
  • Meskipun terkadang sulit untuk mengerti, aku tahu bahwa Qadarullah selalu bekerja demi kebaikanku, bahkan dalam hal-hal yang tak terlihat.
  • Dalam kegagalan ini, aku belajar untuk tidak menyalahkan siapapun dan merelakan semuanya kepada Qadarullah.
  • Ketenangan datang saat aku memutuskan untuk pasrah pada rencana Qadarullah tanpa ragu atau pertanyaan.
  • Setiap langkah yang aku ambil adalah bagian dari perjalanan yang telah ditetapkan oleh Qadarullah, dan aku akan berjalan dengan penuh keyakinan.

 

Hadis Dan Dalil Mengenai Kalimat/Kata “Qadarullah”

Berikut adalah beberapa hadis dan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ucapan “Qadarullah” beserta teks dalam bahasa Arab dan artinya:

HADIS TENTANG KEPERCAYAAN PADA QADAR

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

“لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا”

(HR. Tirmidzi)

Artinya: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal-Nya, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung; ia pergi dengan perut lapar di pagi hari dan kembali dengan perut kenyang di petang hari.”

 

AYAT AL-QUR’AN TENTANG QADAR:

“وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ”

(QS. Adh-Dhariyat, 51:56-57)

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.”

 

HADIS TENTANG RIDA DENGAN QADAR:

Dari Abdullah bin Amr bin al-As, Rasulullah ﷺ bersabda:

“مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ”

(HR. Ahmad)

Artinya: “Dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

AYAT AL-QUR’AN TENTANG BERBUAT BAIK MESKI TAKDIR:

“لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا”

(QS. Al-Baqarah, 2:286)

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

HADIS TENTANG KEYAKINAN PADA QADARULLAH:

Dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda:

“اعْلَمُوا أَنَّكُمْ لَنْ تُصِيبُوا إِلَّا شَيْئًا بِمَشِيئَةِ اللَّهِ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكُم بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكُمْ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكُمْ”

(HR. At-Tirmidzi)

Artinya: “Ketahuilah bahwa kamu tidak akan mengalami sesuatu pun kecuali dengan izin Allah. Dan jika mereka berkumpul untuk merugikanmu, mereka tidak akan merugikanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah untukmu.”

AYAT AL-QUR’AN TENTANG TIDAK ADA YANG TERJADI TANPA IZIN ALLAH:

“وَمَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ”

(QS. Al-Hadid, 57)

 

Baca Juga

 

Leave a Comment