Finance

IHSG Sesi I Menguat 1,57% ke Level 8.047, Investor Borong Saham BUMI dan DEWA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa, 3 Februari 2026. Indeks tercatat naik sebesar 1,57% atau 124,491 basis poin, menembus angka 8.047,222. Peningkatan ini terjadi setelah IHSG dibuka pada level 7.922 dan bergerak fluktuatif antara 8.059 sebagai batas atas dan 7.712 sebagai batas bawah sepanjang sesi pagi.

Pergerakan positif IHSG didorong oleh sentimen pasar yang optimis, meskipun awal perdagangan sempat menunjukkan penurunan. Hingga pukul 11.21 WIB, IHSG mencatat kenaikan 1,54% atau 121,63 poin, menjadikan posisinya di level 8.044,36. Nilai transaksi menjelang siang hari mencapai Rp 15,68 triliun, dengan 31,66 miliar saham diperdagangkan dalam 1,69 juta transaksi. Tiga saham dengan nilai transaksi terbesar adalah Bumi Resources (BUMI), Darman Henwa (DEWA), dan Bank Central Asia (BBCA).

Penguatan Sesi I dan Saham Unggulan

Pada penutupan sesi I, tercatat 592 saham menguat, 158 saham melemah, sementara sisanya stagnan. Saham yang paling diminati oleh investor selama sesi ini adalah Bumi Resources (BUMI) dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 3,98 triliun, diikuti oleh Darman Henwa (DEWA) yang mencatat Rp 1,61 triliun, dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) dengan Rp 1,58 triliun. Saham BUMI sendiri mengalami kenaikan 12,73% ke level 248, sementara DEWA naik 11,96%.

Beberapa indeks sektoral juga menunjukkan tren kenaikan yang positif.

  • IDXENERGY naik 2,70%
  • IDXBASIC naik 4,91%
  • IDXINDUST naik 3,27%
  • IDXCYCLIC naik 0,30%
  • IDXNONCYC naik 0,23%
  • IDXHEALTH menguat 1,53%
  • IDXFINANCE naik 0,82%
  • IDXPROPERT naik 2,72%
  • IDXTECHNO naik 5,37%
  • IDXTRANS naik 2,96%.

Hanya IDXINFRA yang tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,37%.

Kinerja Indeks Pendukung

Penguatan IHSG juga diikuti oleh indeks-indeks lainnya. Indeks LQ45 naik 1,44% menjadi 817,853. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melambung 3,13% ke 535,910, sementara Indeks IDX30 naik 1,72% menjadi 428,122. Indeks MNC36 juga terpantau meningkat 1,46% menjadi 333,872.

Sentimen Pasar dan Kebijakan Regulator

Pergerakan pasar hari ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen, termasuk pertemuan antara otoritas pasar modal Indonesia dan MSCI. Diskusi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyedia layanan indeks global MSCI dilaporkan berjalan positif, dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan dalam tingkat teknis. MSCI juga memberikan panduan terkait metodologi dan perhitungan yang akan diterapkan. OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen untuk memberikan pembaruan berkala mengenai kemajuan komunikasi dengan MSCI sebagai wujud transparansi.

Di sisi lain, pasar juga mencermati dampak dari aturan MSCI yang menetapkan penaikan minimal free float saham menjadi 15 persen, yang direncanakan berlaku pada Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk memenuhi standar internasional dan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Dari segi teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi bergerak variatif, dengan support terdekat pada level 7.786 dan resistance berada di kisaran 8.145-8.370. Namun, penguatan di sesi I menunjukkan adanya pembalikan sentimen yang signifikan.

Pergerakan Rupiah dan Komoditas

Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terpantau fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa pagi, berada dalam kisaran Rp16.786 hingga Rp16.805 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar serta ketidakpastian kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

Di pasar global, harga emas dunia mengalami lonjakan lebih dari 3% setelah sempat terkoreksi tajam, menjadi katalis positif bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam perdagangan emas. Kenaikan harga komoditas ini memainkan peran penting dalam arah perdagangan di pasar saham domestik.

➡️ Baca Juga: Cara Secure Erase SSD: Metode dan Software Terbaik

➡️ Baca Juga: Game Pass Ultimate 3 Bulan 150k Vs PS Plus 200k, Mana Gacor?

Related Articles

Back to top button