PlayStation & Xbox

PS5 Pro 8K Ternyata Upscaling 2700p Bukan Native, Sony Dibantah

Dunia game kembali gempar dengan bocoran terbaru tentang hardware andalan Sony. Ekspektasi para gamer melambung tinggi menyambut konsol generasi terbaru yang dijanjikan punya performa luar biasa.

Berdasarkan data dari Tom Henderson di Insider Gaming, spesifikasi playstation pro ini memang menggiurkan. Perangkat ini diklaim memiliki kekuatan grafis tiga kali lipat dari model standar.

Target utama dari konsol ini adalah gaming 4K dengan frame rate yang stabil dan efek ray tracing yang memukau. Peningkatan kecepatan rendering mencapai 45%, didukung CPU 10% lebih cepat dan storage 1TB.

Namun, di balik semua teknologi canggih itu, muncul pertanyaan besar. Bagaimana klaim kemampuan visual tertinggi bisa terwujud? Artikel ini akan mengupas informasi faktual untuk memahami kontroversi ini.

Kita akan bahas dengan santai, seperti ngobrol tentang pengalaman gaming terbaru. Tujuannya, agar kamu paham betul sebelum masuk ke detail teknis yang lebih dalam.

Poin-Poin Penting

  • Bocoran spesifikasi berasal dari sumber terpercaya seperti Tom Henderson (Insider Gaming).
  • Konsol baru ini menjanjikan peningkatan performa dan grafis yang signifikan dibanding model sebelumnya.
  • Fokus utama Sony adalah menghadirkan gaming 4K native dengan frame rate tinggi dan ray tracing yang lebih baik.
  • Ada kontroversi terkait klaim kemampuan visual yang sempat diusung dalam marketing.
  • Artikel ini akan menjawab bagaimana teknologi rendering bekerja di balik klaim tersebut.
  • Pembahasan ditujukan untuk gamers Indonesia yang antusias menyambut inovasi terbaru.

Fakta di Balik Klaim “PS5 Pro 8K”: Bukan Native, Melainkan Upscaling

Angka 8K terpampang besar, namun proses untuk mencapainya melibatkan teknologi pintar, bukan kekuatan mentah. Inilah inti dari pembahasan kita kali ini.

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin sebuah konsol bisa menghasilkan gambar sejernih itu? Jawabannya terletak pada perbedaan antara sumber gambar dan hasil akhirnya.

Pengakuan Developer: Render Internal Hanya Sampai 2700p

Bukti paling jelas datang langsung dari para pembuat game. Martin Griffiths, seorang programmer mesin game untuk No Man’s Sky, secara terbuka mengonfirmasi hal ini.

Dia menyatakan bahwa game mereka, yang mendukung mode output tertinggi, sebenarnya merender gambar internal pada resolusi mendekati 4K. Tepatnya, hingga sekitar 2700p.

Sebagai perbandingan, standar 4K adalah 2160p. Sedangkan 8K asli membutuhkan 4320p. Jadi, ada jarak yang cukup signifikan antara render internal dan klaim output akhir.

Pengakuan jujur ini memberikan gambaran nyata tentang kemampuan hardware saat ini. Mesin grafisnya dirancang untuk efisiensi, bukan memaksakan beban yang tidak perlu.

Daftar Game “8K” dan Resolusi Internal Masing-Masing

Beberapa judul telah mengumumkan dukungan untuk patch peningkatan khusus. Namun, resolusi internal mereka bervariasi, seperti yang dianalisis oleh Digital Foundry.

Nama GameMode Output & Frame RateResolusi Internal (Render)
The Callisto Protocol8K 30fps dengan ray tracingDynamic resolution, hingga 6K
F1 248K 60fpsSekitar 4K
Gran Turismo 78K 60fps (patch belum rilis)Belum dikonfirmasi
No Man’s Sky8K 30fpsHingga ~2700p
Redacted8K 60fpsBelum dikonfirmasi

Data di atas menunjukkan sebuah pola. Istilah “8K” di sini mengacu pada sinyal yang dikirim ke televisi, bukan pada detail gambar yang dihitung secara real-time oleh prosesor.

Sebagaimana diungkap dalam analisis terperinci, fokus utama Sony sebenarnya bukan pada gaming 8K murni. Mode resolusi tertinggi ini bersifat terbatas dan memerlukan display khusus.

Perbandingan: Native Rendering vs. AI Upscaling

Lalu, apa bedanya dengan game yang benar-benar native? Contohnya adalah The Touryst di varian standar konsol sebelumnya.

Game itu merender setiap piksel pada 8K penuh (4320p), lalu menurunkannya ke 4K untuk output. Ini membutuhkan sumber daya grafis yang sangat besar untuk detail yang kadang tidak terlihat.

Sebaliknya, pendekatan pada playstation pro lebih cerdas. Perangkat ini merender pada resolusi yang lebih terjangkau, seperti 4K atau 2700p.

Kemudian, sebuah sistem kecerdasan buatan khusus bekerja untuk meningkatkan kualitas gambar tersebut. Sistem ini memprediksi dan mengisi detail tambahan, sehingga hasil akhirnya mendekati tampilan 8K.

Ini bukanlah “penipuan”, melainkan solusi praktis. Keterbatasan teknologi fisik saat ini diakali dengan algoritma yang semakin pintar.

Tujuannya satu: memberikan pengalaman visual terbaik tanpa membebani performa secara berlebihan. Hasilnya, kamu tetap bisa menikmati gambar yang jernih dan smooth.

Teknologi PSSR: Cara PS5 Pro Mencapai Output 8K

ilustrasi teknologi ai upscaling playstation spectral super resolution

Kunci dari semua klaim performa grafis yang menggiurkan itu terletak pada sebuah sistem kecerdasan buatan khusus. Inilah yang membuat gambar beresolusi lebih rendah bisa tampil sangat tajam di layar berteknologi tinggi.

Teknologi ini bukan sekadar fitur tambahan. Ia dirancang sebagai solusi inti untuk menghadirkan pengalaman visual terbaik tanpa mengorbankan kecepatan.

Apa Itu PlayStation Spectral Super Resolution?

PlayStation Spectral Super Resolution, atau PSSR, adalah sistem peningkatan gambar berbasis AI. Cara kerjanya mirip seperti otak yang sangat cepat dan terlatih.

Ketika sebuah game dirender pada resolusi dasar, misalnya 1080p atau 4K, PSSR langsung bekerja. Sistem neural network-nya menganalisis setiap frame.

Algoritma cerdas ini kemudian meningkatkan kualitas dengan menebak dan menambahkan detail piksel yang hilang. Hasil akhirnya, gambar terlihat seolah-olah dirender pada resolusi yang jauh lebih tinggi sejak awal.

Yang membedakannya, PSSR adalah solusi custom Sony. Ia terintegrasi langsung ke dalam hardware khusus di dalam konsol terbaru.

Perangkat ini memiliki chip machine learning khusus dengan kapasitas komputasi 300 TOPs. Kekuatan inilah yang mendorong keajaiban AI tersebut.

Keunggulan PSSR: Kecepatan dan Efisiensi Memori

Kehebatan PSSR tidak hanya pada hasil akhirnya, tetapi juga pada efisiensinya. Data teknis yang bocor menunjukkan angka yang mengesankan.

Pertama, soal kecepatan. Proses meningkatkan kualitas dari 1080p ke 4K hanya membutuhkan waktu 2 milidetik. Ini sangat cepat dan hampir tidak terasa oleh performa game.

Kedua, konsumsi memorinya sangat ringan. PSSR hanya membutuhkan memori sebesar 250MB untuk beroperasi. Footprint yang kecil ini berarti lebih banyak sumber daya yang tersisa untuk gameplay yang smooth.

  • Integrasi Mudah: Karena efisien, developer bisa menerapkan PSSR ke game yang sudah rilis melalui patch sederhana, tanpa perlu mengubah kode secara signifikan.
  • Dukungan Masa Depan: Bocoran terbaru menyebut versi PSSR yang ditingkatkan dapat mendukung output 8K pada 60fps dan 4K pada 120fps dengan lebih optimal. Ia akan bekerja dari resolusi dasar yang lebih rendah lagi.

Kombinasi kecepatan dan efisiensi ini adalah fondasi untuk peningkatan kualitas visual yang mulus.

PSSR vs. Teknologi Upscaling Lain (DLSS, FSR)

Di dunia PC, dua nama besar mendominasi: DLSS dari NVIDIA dan FSR dari AMD. Lalu, di mana posisi PSSR?

Perbandingan terbesar terletak pada lingkungan pengoperasiannya. DLSS dan FSR didesain untuk beragam konfigurasi hardware PC. Sementara PSSR dioptimalkan khusus untuk satu jenis konsol tertutup.

Optimasi khusus ini memberi PSSR keuntungan. Ia bisa bekerja dengan sangat harmonis dengan sistem lainnya, seperti ray tracing. Klaimnya, lompatan peningkatan kualitas gambar PSSR setara dengan lompatan dari AMD FSR 2.0 ke FSR 3.1.

Berikut perbedaan mendasar dari ketiganya:

  • DLSS (NVIDIA): Menggunakan AI dan Tensor Core khusus di GPU NVIDIA. Kualitasnya sangat tinggi, tetapi hanya berjalan di hardware tertentu.
  • FSR (AMD): Berbasis algoritma sumber terbuka yang bisa berjalan di hampir semua GPU. Fleksibel, tetapi kualitasnya sangat bergantung pada versi dan implementasi.
  • PSSR (Sony): Solusi teknologi tertutup yang terintegrasi penuh dengan hardware konsol. Tujuannya memberikan pengalaman terbaik dan konsisten untuk semua pemain di platform yang sama.

Ada juga kabar tentang teknologi alternatif bernama MFSR yang mungkin ditawarkan sebagai pengganti TAA. Intinya, PSSR adalah jawaban Sony untuk menghadirkan super resolution terbaik di ekosistem mereka.

Dengan memahami spectral super resolution, kita bisa lebih mengapresiasi kecanggihan di balik layar. Hasil yang memukau ternyata berasal dari kombinasi teknologi pintar dan efisiensi sumber daya.

Apakah Hasil Upscaling 8K Masih Terlihat Lebih Baik?

kendala kompatibilitas tv 8k dengan konsol game

Setelah memahami teknologi di balik layar, muncul pertanyaan praktis: apakah peningkatan gambar ini benar-benar terlihat oleh mata? Atau hanya angka marketing belaka?

Jawabannya tidak hitam putih. Namun, ada suara langsung dari dalam industri yang bisa kita jadikan acuan.

Testimoni Developer No Man’s Sky tentang Peningkatan Visual

Martin Griffiths, programmer di balik game No Man’s Sky, memberikan penilaian yang jujur. Ia mengakui bahwa sumber gambar internal untuk mode tertinggi memang tidak mencapai angka penuh.

Namun, ia dengan tegas menyatakan bahwa hasil akhirnya setelah diproses oleh sistem AI Sony sangat terlihat. “Very noticeable,” katanya.

Griffiths melakukan pengujian menggunakan TV Samsung QN700C berukuran 55 inci. Di layar sebesar itu, detail yang dihasilkan oleh super resolution membuat perbedaan yang nyata.

Testimoni ini penting karena datang dari orang yang langsung mengerjakan teknologinya. Penilaian visual memang subjektif, tetapi pendapat seorang developer memiliki bobot yang kuat.

Ia membantah anggapan bahwa perbedaan antara 4K dan hasil peningkatan tidak kelihatan. Justru, peningkatan kualitas itu memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif.

Kendala Praktis: Kompatibilitas dengan TV 8K di Pasaran

Ada satu hal teknis yang sering terlupa. Tidak semua televisi dengan panel 8K di pasaran bisa menampilkan output maksimal dari konsol terbaru ini.

Mengapa? Perangkat ini mengandalkan teknologi kompresi sinyal bernama DSC (Display Stream Compression) melalui port HDMI 2.1.

Jika TV kamu tidak mendukung DSC, maka output maksimal yang bisa diterima hanya 4K. Contoh nyatanya adalah TV flagship Sony Z9J.

Jadi, sebelum berharap bisa merasakan pengalaman gaming pada resolusi tertinggi, cek dulu spesifikasi TV kamu. Pastikan ada dukungan untuk DSC.

Informasi lebih detail tentang kompleksitas kompatibilitas HDMI 2.1 ini bisa dibaca dalam analisis mendalam tentang kompatibilitas HDMI 2. Hal ini mengingatkan kita bahwa hardware pendukung juga harus mumpuni.

Ekspektasi Realistis untuk Gaming 4K/120fps dan Ray Tracing

Lalu, di mana sebenarnya “nilai jual” utama dari playstation pro ini? Jawabannya mungkin bukan pada angka tertinggi yang dipasang di iklan.

Target performa yang lebih realistis dan berdampak besar justru ada di area lain:

  • Gaming 4K dengan Frame Rate Sangat Tinggi: Konsol ini dirancang untuk menghadirkan performa mulus pada 120 frame per detik di resolusi 4K. Ini adalah lompatan peningkatan yang sangat terasa untuk game aksi cepat.
  • Ray Tracing yang Ditingkatkan: Kualitas efek cahaya dan bayangan real-time akan jauh lebih baik. Dunia dalam game akan terlihat lebih hidup dan atmosferik.
  • Stabilitas yang Konsisten: Mode grafis yang berat akan berjalan lebih stabil tanpa sering turun frame rate-nya.

Fitur resolusi tertinggi saat ini lebih bersifat eksperimental dan futuristik. Adopsi TV 8K di pasaran masih terbatas.

Peningkatan sebenarnya yang akan dinikmati kebanyakan gamer justru ada di sini. Kualitas visual yang lebih tajam, gerakan yang lebih halus, dan dunia game yang lebih memukau.

Dengan memahami ini, kamu bisa menata ulang ekspektasi. Tanyakan pada diri sendiri: apakah setup TV kamu sudah siap? Atau justru lompatan pengalaman bermain di 4K yang lebih kamu butuhkan?

Keputusan akhir ada di tangan kamu. Yang pasti, konsol generasi terbaru ini membawa senjata teknologi yang cukup powerful untuk meningkatkan kualitas hiburan digital kamu.

Kesimpulan: Jadi, Seberapa Revolusioner Klaim 8K PS5 Pro Ini?

Pada akhirnya, nilai utama perangkat ini mungkin tidak terletak pada angka terbesar yang diiklankan. Klaim resolusi tertinggi dicapai melalui teknologi AI canggih, meningkatkan gambar dari sumber yang lebih rendah.

Konsol terbaru ini tetaplah sangat powerful. Ia menawarkan peningkatan performa nyata untuk gaming 4K, ray tracing, dan frame rate tinggi.

Dengan harga sekitar $599, upgrade sangat direkomendasikan bagi enthusiast yang menginginkan visual terbaik. Teknologi machine learning di dalamnya menunjukkan arah evolusi game masa depan.

Perjalanan menuju gaming 8K yang sesungguhnya baru dimulai. Konsol ini adalah langkah penting, dengan teknologi PSSR yang menjadi fondasi untuk generasi. Seperti diperkirakan developer, 8K akan lebih mainstream di era PlayStation 6.

➡️ Baca Juga: Kisah Haru Konate: Gol Perdana Setelah Kehilangan Ayah dan Dukungan Tim di Ruang Ganti

➡️ Baca Juga: <p>“Apple Watch Memperkenalkan Rute Peta Offline untuk Aplikasi Strava dan Komoot”</p>

Related Articles

Back to top button