Site icon MataAir

7 Ide Usaha Laris Jelang Imlek: Makanan dan Dekorasi Terbaik untuk Mendapatkan Keuntungan

7 Ide Usaha Laris Jelang Imlek: Makanan dan Dekorasi Terbaik untuk Mendapatkan Keuntungan

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kegiatan ekonomi di berbagai sektor mulai berkembang pesat. Dalam periode singkat, yaitu dua hingga empat minggu sebelum perayaan, pola konsumsi masyarakat meningkat secara signifikan, terutama untuk kebutuhan makanan khas, hadiah, peralatan ibadah, hingga dekorasi bertema Imlek.

Kondisi ini menciptakan peluang bisnis musiman yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, bisnis rumahan, serta pedagang musiman. Meskipun bersifat tahunan, permintaan menjelang Imlek cenderung stabil karena didorong oleh tradisi, kewajiban sosial, serta makna simbolik yang melekat pada perayaan ini.

Berikut adalah tujuh ide usaha yang terpantau selalu laris menjelang Imlek, lengkap dengan gambaran peluang dan risiko yang menyertainya.

1. Kue Keranjang dan Kue Khas Imlek

Kue keranjang atau nian gao hampir selalu hadir di setiap rumah saat Imlek. Selain itu, kue lapis legit, nastar premium, kue kacang, dan bakpao juga banyak dicari untuk suguhan tamu atau sebagai isi hampers.

Permintaan terhadap kue biasanya melonjak menjelang hari raya. Dengan sistem pre-order, bisnis ini dianggap relatif aman karena produksi dapat disesuaikan dengan jumlah pesanan. Tantangan utama berasal dari fluktuasi harga bahan baku dan risiko produk sisa jika tidak menghitung permintaan dengan tepat.

2. Hampers dan Parcel Imlek

Hampers Imlek menjadi salah satu produk favorit untuk diberikan sebagai hadiah kepada keluarga, kerabat, dan rekan bisnis. Isinya bervariasi, mulai dari makanan khas, minuman, buah, hingga produk premium dengan kemasan yang menarik.

Dalam prakteknya, konsumen tidak hanya menilai isi hampers, tetapi juga tampilan, konsep, dan cerita di balik kemasan. Oleh karena itu, pelaku usaha dituntut untuk kreatif dalam merancang paket agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.

3. Amplop Angpao dan Produk Cetak Bertema Imlek

Amplop angpao menjadi elemen penting dalam tradisi Imlek. Hampir setiap keluarga memerlukannya dalam jumlah besar, sehingga volume penjualan produk ini dapat tergolong tinggi.

Dengan perkembangan tren, angpao dengan desain unik, modern, atau edisi terbatas semakin diminati. Modal untuk usaha ini relatif kecil, tetapi persaingan harga di platform online cukup ketat.

4. Buah dan Parcel Buah Imlek

Buah-buahan seperti jeruk, apel, dan anggur memiliki makna simbolis dalam tradisi Imlek, melambangkan harapan, rezeki, dan keberuntungan. Buah sering digunakan sebagai alat sembahyang atau hadiah.

Parcel buah menjadi pilihan praktis bagi konsumen yang ingin memberikan hadiah yang bermakna simbolik. Risiko dalam usaha ini terutama berasal dari kemungkinan kerusakan buah dan fluktuasi harga di tingkat distributor menjelang hari raya.

5. Perlengkapan Sembahyang

Saat Imlek mendekat, masyarakat Tionghoa juga menyiapkan perlengkapan sembahyang seperti lilin, hio, dupa, dan peralatan ritual lainnya. Segmen ini lebih niche, tetapi memiliki konsumen yang loyal dan permintaan yang relatif stabil setiap tahun.

Kesalahan dalam memilih jenis atau ukuran produk menjadi risiko utama, meskipun secara umum bisnis ini dinilai lebih terkendali dibandingkan dengan sektor dekorasi.

6. Buket Bunga Imlek

Buket bunga Imlek semakin diminati sebagai hadiah untuk orang tua, kerabat, hingga rekan bisnis. Buket dengan dominasi warna merah dan emas serta bunga yang memiliki makna keberuntungan sangat dicari.

Sebagian pelaku usaha mengombinasikan bunga segar dengan bunga artificial untuk mengurangi risiko kerusakan. Tren desain yang cepat berubah menjadi tantangan tersendiri dalam bisnis ini.

7. Dekorasi Imlek

Dekorasi seperti lampion, ornamen shio, hiasan dinding, dan pernak-pernik bernuansa merah dan emas selalu dicari menjelang Imlek. Permintaan datang dari rumah tangga, pusat perbelanjaan, hingga kantor.

Meski omzetnya bisa besar, dekorasi Imlek juga dikenal memiliki risiko tinggi. Nilai jual produk biasanya turun drastis setelah perayaan, sehingga pelaku usaha perlu disiplin dalam mengatur stok dan perputaran barang.

Momentum Musiman yang Perlu Dikelola dengan Hati-hati

Pengamat UMKM berpendapat bahwa peluang usaha menjelang Imlek sebaiknya dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Modal sebaiknya berasal dari dana khusus bisnis, bukan dana darurat atau kebutuhan rutin. Sistem pre-order, stok terbatas, serta jadwal masuk dan keluar pasar yang jelas menjadi kunci untuk mengurangi risiko.

Secara umum, angpao, perlengkapan sembahyang, dan buket bunga dinilai memiliki risiko yang relatif rendah. Sementara itu, kue dan hampers berada di kategori menengah, dan dekorasi menjadi sektor dengan risiko paling tinggi jika tidak dikelola dengan disiplin.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama Imlek 2026, Cek Jadwalnya

Imlek memang berlangsung singkat, namun konsistensi pola konsumsi setiap tahun menjadikannya momentum ekonomi yang selalu menarik. Dengan perhitungan yang matang, peluang musiman ini dapat memberikan keuntungan tanpa meninggalkan beban setelah perayaan berakhir.

➡️ Baca Juga: Moltbook: Jejaring Sosial AI untuk Interaksi Bot Tanpa Campur Tangan Manusia

➡️ Baca Juga: Panduan Menggunakan Shortcuts di iPhone untuk Otomatisasi Harian

Exit mobile version