Finance

5 Hal Wajib Dicek Sebelum Investasi Emas Digital: Terinspirasi dari Kasus China

Kasus gagalnya pencairan dana pada beberapa platform emas digital di China baru-baru ini menarik perhatian dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan bahwa meskipun investasi emas digital menawarkan kemudahan, risiko tetap ada jika tidak dikelola dengan tata kelola yang baik.

Isu ini mengingatkan kita bahwa di balik kemudahan transaksi dan janji likuiditas yang tinggi, investasi emas digital tetap menyimpan risiko, khususnya jika tidak didukung oleh tata kelola yang transparan dan pengawasan yang memadai. Beberapa aspek penting perlu diperhatikan oleh investor sebelum memutuskan untuk membeli emas digital.

Baca Juga: Skandal Emas Digital Terbesar di China, Dana 10.000 Nasabah Terjebak, Emas Fisik Tidak Ada

Emas tetap menjadi instrumen investasi yang relatif aman. Namun, ketika diperdagangkan secara digital, penting bagi investor untuk memastikan aspek legalitas, transparansi, serta kepastian akan keberadaan aset fisiknya.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperiksa oleh investor sebelum berinvestasi pada emas digital.

Legalitas dan Pengawasan Regulator

Pegadaian mengingatkan agar masyarakat memastikan bahwa platform emas digital yang dipilih berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Legalitas adalah dasar perlindungan hukum bagi investor jika terjadi sengketa atau masalah di masa depan.

Platform yang memiliki izin resmi harus mematuhi ketentuan pemerintah, termasuk kewajiban pelaporan, tata kelola, dan mekanisme pengawasan yang ketat.

Kepastian Emas Fisik

Investor perlu memastikan bahwa saldo emas yang ditampilkan dalam aplikasi benar-benar mencerminkan keberadaan emas fisik. Platform yang terpercaya harus menjamin kepemilikan emas riil dengan rasio satu banding satu.

Setiap gram emas yang dibeli harus memiliki wujud fisik yang disimpan secara aman di fasilitas penyimpanan resmi, bukan hanya sekadar klaim digital tanpa adanya dukungan aset nyata.

Transparansi Harga dan Spread

Pada transaksi emas, ada perbedaan harga antara saat membeli dan menjual kembali, yang dikenal sebagai spread. Investor disarankan untuk membandingkan spread di berbagai platform sebelum berinvestasi.

Platform yang baik akan menampilkan harga secara real time dan transparan, serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme penetapan harga yang mengikuti pergerakan pasar global.

Likuiditas dan Kemudahan Pencairan

Kemampuan untuk mencairkan dana saat dibutuhkan merupakan faktor penting dalam investasi. Investor harus mengetahui seberapa cepat platform dapat memproses penarikan dana, baik dalam bentuk rupiah maupun emas fisik.

Selain itu, ketersediaan opsi untuk mencetak saldo emas digital menjadi emas batangan fisik yang bersertifikat adalah indikator penting bahwa aset digital tersebut dapat diwujudkan.

Reputasi dan Keamanan Sistem Digital

Pegadaian juga menekankan pentingnya untuk menilai rekam jejak perusahaan pengelola emas digital. Investor disarankan untuk menelusuri profil perusahaan, pengalaman operasional, serta riwayat pengelolaan aset nasabah.

Di sisi lain, aspek keamanan digital tidak boleh diabaikan. Platform yang andal harus memiliki sistem keamanan berlapis, seperti autentikasi dua faktor dan enkripsi data, untuk melindungi akun nasabah dari risiko peretasan dan kebocoran informasi.

Pegadaian mengingatkan bahwa kemudahan transaksi dan promosi yang agresif tidak boleh menjadi satu-satunya alasan untuk membuat keputusan investasi. Kewaspadaan, pemahaman risiko, dan pemilihan platform yang legal serta transparan adalah kunci untuk memastikan investasi emas digital tetap aman dan berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: 7 Ide Usaha Laris Jelang Imlek: Makanan dan Dekorasi Terbaik untuk Mendapatkan Keuntungan

➡️ Baca Juga: Share Play PS5: Panduan Setting agar 100% Work Main Game dengan Teman Jarak Jauh

Related Articles

Back to top button