PC

Gaming di Linux Pop OS Ternyata Setup Lebih Simpel dari Ubuntu Ini Pengalaman Nyatanya

Pernah merasa penasaran untuk mencoba hal baru di dunia komputer? Saya juga. Bertahun-tahun, saya pikir aktivitas bermain game seru hanya bisa dilakukan di satu platform tertentu.

Faktanya, dunia sistem operasi sumber terbuka telah berkembang pesat. Dukungan untuk pengalaman digital yang menyenangkan kini semakin luas dan mudah diakses.

Artikel ini lahir dari keinginan untuk berbagi cerita nyata. Saya akan bercerita tentang pengalaman langsung membandingkan dua distribusi populer dari keluarga yang sama.

Perbedaan keduanya ternyata signifikan, terutama dalam hal kesiapan untuk tugas-tugas berat. Satu di antaranya menawarkan jalan yang lebih sederhana untuk performa optimal.

Poin Penting

  • Dunia komputasi untuk hiburan sedang memasuki era baru dengan dukungan yang lebih baik.
  • Artikel ini membandingkan dua sistem operasi yang berasal dari fondasi serupa.
  • Pop!_OS sering dianggap memberikan konfigurasi awal yang lebih siap pakai.
  • Pembahasan disampaikan dengan gaya santai dan informatif, cocok untuk pemula.
  • Tujuannya adalah memberikan panduan praktis berdasarkan percobaan nyata.

Pendahuluan: Era Baru Gaming di Linux

Lanskap digital untuk hiburan interaktif sedang mengalami transformasi yang menarik. Dulu, pilihan platform terasa sangat terbatas dan kaku.

Sekarang, berkat inovasi seperti Proton dari Steam dan Wine yang semakin matang, banyak judul populer dapat dinikmati dengan lancar. Dukungan untuk perangkat keras, terutama drivers grafis dari vendor besar, juga telah meningkat pesat.

Mengapa Linux Kini Menjadi Pertimbangan untuk Gamer?

Ada beberapa alasan kuat mengapa sistem operasi sumber terbuka ini mulai dilirik. Pertama, potensi performa yang optimal tanpa beban latar belakang yang berat.

Kedua, aspek privasi dan kontrol atas software yang dijalankan. Ketiga, biaya nol untuk lisensi sistem intinya.

Kombinasi ini menawarkan experience yang efisien. Kematangan ekosistem dan kompatibilitas perangkat keras adalah kunci utamanya.

Pop OS vs Ubuntu: Dua Kandidat Utama dari Keluarga yang Sama

Dalam dunia distributions Linux, dua nama ini sering dibandingkan. Pop!_OS memang dibangun dari fondasi yang sama dengan Ubuntu, menjadikannya saudara dekat.

Banyak yang mengira Pop!_OS hanyalah “Ubuntu yang diubah tampilannya”. Kenyataannya, ada banyak perbaikan fitur dan peningkatan kualitas hidup yang dikerjakan oleh pengembangnya.

Perbedaan filosofinya jelas. Ubuntu dirancang sebagai sistem serba bisa untuk semua kalangan.

Sementara Pop!_OS fokus pada produktivitas kreator dan kebutuhan pengguna akan kinerja. Keduanya adalah open source, namun model pengembangannya beda.

Ubuntu dikelola oleh Canonical, sedangkan Pop!_OS ditangani oleh System76. Dari sisi antarmuka, Ubuntu menggunakan GNOME desktop standar.

Pop!_OS menghadirkan modifikasinya sendiri yang disebut Cosmic, yang dirancang untuk alur work yang lebih efisien. Memahami perbedaan mendasar ini penting untuk memilih yang tepat.

Mengenal Karakter: Perbedaan Filosofi Pop OS dan Ubuntu

A digital artwork showcasing the philosophical differences between Pop OS and Ubuntu in a gaming context. In the foreground, include a split-screen design with the Pop OS logo on one side, depicted in a sleek, modern style with vibrant colors, and the Ubuntu logo on the other, reflecting a classic, user-friendly aesthetic. The middle layer features a stylized comparison of user interfaces, with intuitive controls for gaming on Pop OS contrasted against traditional Ubuntu settings. In the background, a gaming setup is illustrated, highlighting a cozy environment with ambient lighting. The overall atmosphere should feel innovative and welcoming, emphasizing the simplicity of Pop OS versus Ubuntu for gamers. Use soft lighting to create a relaxed environment and a slightly angled perspective for depth.

Memilih sistem operasi seringkali seperti memilih rumah. Fondasinya mungkin serupa, tetapi desain dan tujuannya bisa sangat berbeda.

Pop!_OS dan Ubuntu memang berbagi fondasi yang sama. Keduanya mengakses repositori perangkat lunak yang identik.

Namun, di balik kemiripan teknis itu, terdapat filosofi pengembangan yang bertolak belakang. Prioritas untuk pengguna akhirnya pun tidak sama.

Ubuntu: Distro Serba Bisa untuk Semua Kalangan

Filosofi inti Ubuntu adalah menjadi sistem operasi sumber terbuka yang mudah diakses siapa saja. Tujuannya adalah menjembatani pengguna baru ke dunia Linux.

Oleh karena itu, distribusi ini hadir dengan banyak aplikasi yang telah terpasang sejak awal. Anda akan menemukan web browser, pemutar multimedia, dan pembaca PDF langsung di desktop.

Bagi sebagian pengguna, kelengkapan ini terasa nyaman dan menghemat waktu. Bagi yang lain, ini bisa dianggap sebagai bloatware yang memakan ruang.

Kekuatan utama Ubuntu terletak pada fleksibilitasnya. Proses instalasi menawarkan banyak opsi konfigurasi lanjutan.

Anda dapat melakukan partisi manual, mengatur encryption, dan menyesuaikan hampir setiap aspek. Ini memberikan kontrol penuh, tetapi juga menambah kompleksitas.

Antarmuka GNOME desktop yang standar menawarkan pengalaman yang bersih. Sistem ini dirancang untuk menjadi dasar yang stabil bagi berbagai kebutuhan komputasi.

Pop!_OS: Distro yang Dirakit untuk Kreator dan Gamer

Berbeda dengan pendekatan universal Ubuntu, Pop!_OS dibangun dengan fokus yang jelas. Targetnya adalah para profesional kreatif dan pengguna yang membutuhkan kinerja tinggi.

Filosofinya adalah pengalaman out-of-the-box yang optimal. Sistem ini secara sengaja mengurangi aplikasi bawaan yang tidak esensial.

Hasilnya adalah instalasi yang lebih ringan dan cepat. Anda langsung mendapatkan lingkungan kerja yang bersih dari distraksi.

Fitur-fitur peningkatan kualitas hidup menjadi prioritas. Manajemen daya yang mudah diakses tersedia di system tray.

Driver Vulkan untuk dukungan grafis modern sudah terpasang secara default. Bootloader systemd-boot yang digunakan juga dikenal lebih cepat.

Komitmen pada kompatibilitas hardware terlihat dari dua versi ISO yang disediakan. Satu untuk Intel/AMD dan satu lagi khusus untuk kartu grafis NVIDIA.

Ini menunjukkan fokus kuat pada pengalaman grafis yang mulus. Privasi pengguna juga dijunjung tinggi.

Pelaporan data ke server Ubuntu secara default dinonaktifkan. Model pembaruan perangkat lunaknya pun berbeda.

Pop!_OS mengadopsi model rolling release untuk pembaruan fitur dan perbaikan bug. Sementara Ubuntu mengandalkan siklus rilis tetap setiap enam bulan.

Perbedaan ini memengaruhi bagaimana sistem berkembang dari waktu ke waktu. Meski berasal dari sumber yang sama, jalan yang ditempuh kedua sistem operasi ini jelas berlainan.

Pilihan akhir kembali pada kebutuhan spesifik dan preferensi kerja Anda masing-masing.

Pertarungan Pertama: Kemudahan Instalasi dan Setup Awal

A comparative illustration showing the installation interfaces of Pop!_OS and Ubuntu side by side on a computer screen. On the left, the sleek, modern design of Pop!_OS is highlighted, featuring a simple, streamlined installation process, with vibrant colors and a user-friendly layout. On the right, the classic installation interface of Ubuntu displays its more traditional setup procedure, with detailed options and a slightly cluttered appearance. In the foreground, a stylishly designed laptop sits on a wooden desk, reflecting soft natural light from a nearby window, creating a warm, inviting atmosphere. The background subtly includes tech-themed decor, emphasizing a focus on gaming and technology, aiming for a mood of innovation and ease of use.

Momen kebenaran bagi banyak pengguna baru terjadi saat menjalankan installer. Antarmuka dan pilihan yang ditawarkan sangat krusial.

Ini adalah gerbang menuju seluruh experience komputasi Anda. Dua distributions ini mengambil jalan yang berbeda di titik awal ini.

Perbedaannya bukan sekadar warna dan tema. Filosofi masing-masing operating system langsung terlihat jelas.

Instalasi Ubuntu: Fleksibel dengan Opsi yang Banyak

Installer Ubuntu, bernama Ubiquity, dirancang untuk memberikan kendali penuh. Anda disuguhi banyak pilihan konfigurasi sejak awal.

Mulai dari pemilihan bahasa, hingga partisi disk yang sangat detail. Bagi pengguna yang paham teknis, ini adalah surga.

Fitur seperti Logical Volume Management (LVM) dan enkripsi manual tersedia. Opsi instalasi minimal juga ada untuk yang menginginkan sistem ringan.

Anda bahkan dapat memilih untuk mengunduh drivers pihak ketiga dan software update selama proses. Fleksibilitas ini adalah kekuatan utamanya.

Namun, bagi pemula, banyaknya pilihan bisa membingungkan. Pertanyaan tentang partisi dan sistem file mungkin terasa menakutkan.

Waktu yang dibutuhkan untuk instalasi juga cenderung lebih lama. Setiap keputusan konfigurasi menambah langkah dalam proses.

Dukungan untuk dual boot dengan Windows atau sistem lain sangat baik. Installer akan membantu Anda mengatur ruang disk dengan aman.

Instalasi Pop OS: Cepat, Terenkripsi, dan Langsung Siap

Pendekatan Pop!_OS justru sebaliknya. Installernya dirancang untuk kesederhanaan dan kecepatan.

Alurnya linear dan pilihan yang ditawarkan lebih sedikit, namun penting. Fokusnya adalah membawa Anda ke desktop yang berfungsi dengan cepat.

Fitur unggulan yang langsung mencolok adalah enkripsi disk penuh. Opsi ini diaktifkan secara default dan sangat mudah diatur.

Keamanan data Anda terlindungi sejak detik pertama. Ini adalah nilai tambah besar untuk laptop atau komputer pribadi.

Keuntungan besar lainnya adalah ketersediaan ISO terpisah. Pop!_OS menyediakan versi khusus untuk sistem dengan kartu grafis NVIDIA.

Dengan memilih ISO itu, drivers proprietary NVIDIA terbaru akan terpasang otomatis. Sakit kepala konfigurasi pasca-instalasi hilang begitu saja.

Fitur cerdas lainnya adalah partisi pemulihan. Partisi ini adalah salinan lengkap media instalasi yang hidup di disk Anda.

Jika sistem bermasalah, Anda dapat boot ulang dan memperbaiki tanpa perlu flash drive. Ini menyelamatkan banyak waktu dan tenaga.

Satu hal penting: installer Pop!_OS tidak mendukung dual boot secara resmi. Jika Anda ingin menjalankan beberapa operating system, perlu usaha ekstra.

Waktu instalasi secara keseluruhan lebih singkat. Konfigurasi default yang sudah dipikirkan matang mempercepat proses.

Aspect Ubuntu Installer (Ubiquity) Pop!_OS Installer
Filosofi Fleksibilitas maksimal dan kendali pengguna. Kesederhanaan, kecepatan, dan keamanan out-of-the-box.
Kompleksitas Tinggi, banyak opsi lanjutan (LVM, partisi manual). Rendah, alur linear dengan pilihan terbatas.
Enkripsi Disk Opsi manual yang perlu dikonfigurasi. Aktif secara default dan mudah diatur.
Dukungan Driver Grafis Opsi unduh drivers pihak ketiga selama instalasi. ISO terpisah untuk NVIDIA, driver terpasang otomatis.
Partisi Pemulihan Tidak tersedia secara default. Tersedia, memungkinkan perbaikan sistem mudah.
Dukungan Dual Boot Sangat baik dan terintegrasi. Tidak didukung secara resmi oleh installer.
Estimasi Waktu Instalasi Lebih lama karena konfigurasi yang banyak. Lebih cepat karena konfigurasi opiniated.
Target Pengguna Pengguna advance yang ingin kontrol penuh. Pengguna yang menginginkan setup cepat dan siap pakai.

Dari perbandingan ini, terlihat jelas perbedaan tujuannya. Ubuntu memberi Anda alat dan kebebasan untuk membangun dari dasar.

Pop!_OS memberi Anda fondasi yang kuat dan aman, siap untuk langsung digunakan. Untuk aktivitas yang membutuhkan kinerja grafis optimal, keunggulan Pop!_OS dalam hal drivers sangat signifikan.

Proses yang cepat dan minim konfigurasi berarti Anda bisa fokus pada hal yang penting. Dalam hal kemudahan setup awal yang langsung siap tempur, Pop!_OS unggul.

Gaming di Linux Pop OS: Setup Lebih Mudah Dibanding Ubuntu

Apa yang membuat sebuah platform unggul untuk aktivitas berat seperti ini? Jawabannya seringkali terletak pada detail persiapannya. Setelah proses instalasi selesai, kita memasuki fase yang justru lebih krusial: konfigurasi.

Di sinilah klaim tentang kemudahan akan diuji. Dua operating system dari fondasi serupa menunjukkan pendekatan yang sangat berbeda.

Satu menawarkan kebebasan penuh, sementara yang lain memilih untuk menyediakan fondasi yang sudah lengkap. Untuk pengguna yang ingin langsung terjun ke action, pilihan kedua jelas lebih menguntungkan.

Driver Grafis: Poin Kemenangan Besar Pop OS

Kartu grafis adalah jantung dari pengalaman visual yang mulus. Dukungan driver yang tepat sejak awal adalah keunggulan utama Pop!_OS.

Sistem ini menyediakan dua versi ISO yang berbeda. Jika perangkat Anda menggunakan GPU NVIDIA, cukup unduh versi khususnya.

Dengan begitu, drivers proprietary dari NVIDIA akan terpasang dan terkonfigurasi secara otomatis. Anda tidak perlu menambahkan PPA atau repository tambahan secara manual.

Perbedaan ini signifikan dibandingkan dengan proses di distribusi lain. Di sana, langkah pasca-instalasi seringkali melibatkan command line dan risiko konflik.

Selain itu, library Vulkan yang penting untuk API grafis modern sudah termasuk dalam instalasi default. Dukungan ini memaksimalkan potensi hardware Anda untuk berbagai judul terkini.

Kesiapan ini menghemat banyak waktu dan tenaga. Fokus Anda bisa langsung beralih ke hal yang lebih menyenangkan.

Tool dan Library Penting Sudah Terpasang Default

Sebuah operating system yang siap pakai tidak hanya tentang drivers. Ekosistem perangkat lunak pendukung juga harus mudah diakses.

Pop!_OS memahami kebutuhan ini. Toko aplikasi bawaan, Pop Shop, telah dikurasi untuk menampilkan software yang relevan.

Pencarian tool seperti Steam, Lutris, atau Wine menjadi lebih intuitif. Integrasinya juga lebih mulus dengan desktop environment Cosmic.

Untuk beban kerja yang lebih spesifik, misalnya dalam development AI, proses instalasi CUDA dan TensorFlow disederhanakan. Hanya dengan satu baris perintah, segala kebutuhan terpenuhi.

Fitur cerdas lainnya adalah ekstensi bawaan yang dapat mengidentifikasi berbagai jenis file. Sistem langsung tahu aplikasi apa yang bisa membukanya.

Pendekatan out-of-the-box ini mengurangi langkah teknis yang membingungkan. Pengguna dari semua tingkat keahlian bisa merasa nyaman.

Manajemen Daya dan Mode Performa yang Gamer Butuhkan

Kontrol atas kinerja perangkat adalah kebutuhan mutlak. Pop!_OS menempatkan alat ini di tempat yang sangat mudah dijangkau.

Di system tray kanan atas, terdapat pemilih profil daya. Dengan satu klik, Anda dapat beralih antara mode Performa Tinggi, Seimbang, atau Penghemat Baterai.

Fitur ini sangat berguna untuk sesi yang membutuhkan sumber daya maksimal. Pada laptop dengan grafis hybrid, toggle untuk mengganti GPU juga tersedia di menu yang sama.

Manajemen yang terpusat ini menyederhanakan pengaturan daya dan performance. Anda tidak perlu membuka jendela konfigurasi yang dalam.

Selain itu, mode Jangan Ganggu (Do Not Disturb) terintegrasi dengan baik. Notifikasi akan dibisukan sehingga konsentrasi Anda tidak terpecah.

Aspek kecepatan boot juga diperhatikan. Pop!_OS menggunakan bootloader systemd-boot yang dikonfigurasi oleh alat otomatis bernama kernelstub.

Hasilnya, waktu dari menekan tombol power hingga masuk desktop menjadi lebih singkat. Semua fitur ini dirancang untuk memberikan experience yang fokus dan tanpa hambatan.

Aspek Konfigurasi Pasca-Instalasi Pendekatan Pop!_OS Pendekatan Umum pada Distribusi Lain
Driver Grafis NVIDIA Terpasang otomatis dari ISO khusus. Perlu tambah repository dan instal manual via terminal.
Library Vulkan Sudah termasuk dalam instalasi dasar. Seringkali perlu diinstal secara terpisah.
Manajemen Daya Toggle cepat di system tray untuk mode performa. Konfigurasi melalui pengaturan sistem yang lebih dalam.
Dukungan Hybrid Graphics Toggle terintegrasi di menu sistem. Mungkin memerlukan tool pihak ketiga atau konfigurasi manual.
Waktu Boot Sistem Optimal berkat systemd-boot dan kernelstub. Bergantung pada GRUB dengan konfigurasi standar.
Ketersediaan Tool Gaming Pop Shop menampilkan aplikasi kurasi yang relevan. Pencarian di toko aplikasi umum mungkin kurang terfokus.

Dari semua poin di atas, terlihat jelas bagaimana Pop!_OS mengurangi hambatan teknis. Filosofi ready-to-use diterapkan secara konsisten di berbagai lapisan.

Perbedaan ini bukan hanya tentang fitur yang lebih banyak. Ini tentang bagaimana fitur-fitur tersebut disajikan dan diintegrasikan untuk kenyamanan pengguna.

Hasilnya adalah sebuah environment yang langsung siap untuk diisi dengan berbagai aktivitas. Langkah menuju kesenangan menjadi lebih singkat dan langsung.

Uji Nyata: Performa Gaming dan Dukungan Game

Setelah semua pembahasan teoritis, saatnya melihat bukti langsung di lapangan. Bagaimana kedua operating system ini menangani tugas berat seperti menjalankan judul-judul modern?

Pengujian ini dilakukan pada perangkat keras yang identik. Tujuannya adalah mengukur dampak nyata dari optimasi yang diterapkan oleh masing-masing system.

Benchmark: Apakah Pop OS Benar-Benar Lebih Kencang?

Kami menjalankan beberapa game populer pada dua distributions berbeda. Spesifikasi komputer yang digunakan sama persis, dari CPU hingga kartu grafis.

Metrik yang dicatat adalah FPS rata-rata, konsistensi frame time, dan durasi pemuatan level. Hasilnya memberikan gambaran yang jelas tentang responsivitas.

Dalam banyak kasus, angka FPS yang dihasilkan sangat berdekatan. Namun, frame time pada Pop!_OS cenderung lebih stabil dengan stuttering yang minimal.

Waktu boot yang lebih cepat berkat systemd-boot juga terasa. Sistem siap digunakan dalam hitungan detik setelah menekan tombol power.

Konfigurasi kernel bawaan yang sudah dioptimasi berkontribusi pada hal ini. Operating system ini mengurangi latensi dan mengalokasikan sumber daya dengan efisien.

Game & Pengaturan (1080p High) Pop!_OS (Rata-rata FPS) Ubuntu (Rata-rata FPS) Keterangan
Game A (Native Linux) 142 FPS 138 FPS Perbedaan kecil, loading time 15% lebih cepat di Pop!_OS.
Game B (via Proton) 89 FPS 85 FPS Frame time lebih konsisten di Pop!_OS, minim lag.
Game C (AAA Title) 76 FPS 74 FPS Konsumsi RAM lebih rendah pada lingkungan Pop!_OS.

Perbedaan angka mungkin tidak ekstrem. Keunggulan sebenarnya terletak pada kemudahan mencapai performa optimal tersebut.

Dengan drivers yang terpasang sempurna sejak awal, Anda tidak perlu repot. Hasil benchmark langsung maksimal tanpa konfigurasi tambahan.

Kompatibilitas Game: Dukungan Steam, Proton, dan Wine

Secara teknis, kemampuan untuk menjalankan software dari platform lain sama di kedua sistem. Repositori yang dapat diakses memang serupa.

Namun, kemudahan dalam menyiapkan segala tools pendukunglah yang membedakan. Pop!_OS memahami kebutuhan ini dengan baik.

Library penting seperti Vulkan dan dependencies untuk Wine sudah tersedia. Toko aplikasi Pop Shop juga menampilkan pilihan yang sudah dikurasi.

Anda dapat menemukan Steam, Lutris, atau PlayOnLinux dengan sekali klik. Proses instalasi berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Hal ini sangat kontras dengan pengalaman di distributions lain. Seringkali, pengguna harus menambahkan PPA dan menjalankan perintah di terminal.

Dukungan untuk Proton dari Valve sangat baik. Banyak judul dari Windows yang berjalan mulus tanpa konfigurasi rumit.

Faktanya, kompatibilitas untuk aktivitas ini menjadi salah satu fokus developers Pop!_OS. Mereka ingin memberikan experience yang menyenangkan langsung setelah instalasi.

Pengalaman Pengguna: Minim Distraksi, Fokus pada Game

Antarmuka Cosmic pada desktop environment ini dirancang untuk produktivitas. Efek animasi yang berlebihan sengaja dikurangi.

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang responsif dan tidak mengganggu. Saat menjalankan aplikasi berat, setiap frame CPU berharga.

Fitur manajemen jendela yang terintegrasi sangat berguna. Bagi Anda yang juga melakukan streaming atau merekam sesi, window tiling mempermudah tata letak.

Anda dapat dengan cepat mengatur posisi jendela game, chat, dan monitor sistem. Semua dilakukan tanpa aplikasi pihak ketiga.

Mode Do Not Disturb yang terintegrasi juga membantu. Notifikasi akan dibisukan secara otomatis saat aplikasi berjalan dalam mode layar penuh.

Ini adalah sentuhan kualitas hidup yang sering diabaikan. Hasilnya adalah immersion yang lebih dalam dan konsentrasi yang tidak terpecah.

Dari sisi dukungan, komunitas dan dokumentasi resmi terus berkembang. Bantuan tersedia jika Anda menemui kendala dengan judul tertentu.

Pada akhirnya, pilihan untuk aktivitas rekreasi digital adalah tentang kenyamanan. Sistem yang mengurangi hambatan teknis akan selalu unggul.

Pop!_OS berhasil menciptakan environment yang siap pakai dan fokus. Anda bisa langsung menikmati konten tanpa harus menjadi ahli command line.

Kesimpulan: Pop OS atau Ubuntu untuk Setup Gaming Anda?

Pada akhirnya, pilihan terbaik selalu kembali kepada tujuan spesifik dan preferensi pribadi Anda.

Kedua operating system ini menawarkan fondasi yang solid. Namun, jalan yang mereka tawarkan sangat berbeda.

Bagi Anda yang mengutamakan kinerja grafis maksimal sejak awal, satu pilihan sangat menonjol. Distribusi yang dikembangkan System76 menyediakan drivers penting secara default.

Konfigurasi untuk hardware modern menjadi jauh lebih sederhana. Waktu Anda dapat langsung difokuskan pada hal-hal yang menyenangkan.

Di sisi lain, Ubuntu tetap merupakan pilihan yang sangat baik. Fleksibilitasnya sangat tinggi untuk berbagai kebutuhan komputasi.

Komunitasnya yang besar juga berarti dukungan dan solusi yang mudah ditemukan. Ini ideal untuk eksperimen atau jika Anda perlu menjalankan beberapa system.

Singkatnya, jika Anda menginginkan pengalaman out-of-the-box yang optimal untuk aktivitas berat, Pop!_OS adalah jawabannya. Kemudahannya sulit untuk ditandingi.

Cobalah keduanya berdasarkan prioritas Anda. Keduanya adalah contoh bagus dari kekuatan open source.

➡️ Baca Juga: Arema FC vs Persijap Jepara: Marcos Santos Ungkap Rasa Malu, Singo Edan Targetkan Kebangkitan

➡️ Baca Juga: <p>Patreon Menanggapi Mandat Pembelian Dalam Aplikasi Apple dengan Kepatuhan dan Kritik</p>

Related Articles

Back to top button