Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

Posted on Posted in News, Terbaru

Way Kanan, NU Online

Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 di Kabupaten Way Kanan Lampung akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. GP Ansor tengah mengupayakan pemakaian tempat di Kantor PCNU setempat dalam rangka partisipasi GP Ansor terhadap peningkatan pendidikan di Way Kanan.

“Hari ini kami resmi mengajukan surat peminjaman tempat untuk pelaksanaan Sanlat BPUN 2016 kepada Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda,” ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Senin (11/1).

Menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu, pihaknya sudah mempromosikan program utama Yayasan Mata Air yang secara garis mengenai pendidikan, kepemimpinan, dan keberagaman yang ramah itu kepada kepala sekolah SMA sederajat negeri dan swasta pada acara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat di SMAN2 Blambangan Umpu, Rabu (6/1) dan Kamis (7/1).

Manajemen BPUN Way Kanan berharap kepala sekolah menyampaikan program yang diakui sejumlah pihak berkualitas kepada anak didik atau tetangganya.

Syarat peserta adalah siswa yang baru lulus SMA/MA/SMK. Lulus tes seleksi yang diadakan oleh panitia dan benar-benar mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah. Mereka harus menyerahkan fotokopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke Netrahyahimsa Institute, Jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut 085382008080.

“Fotokopi rapor digunakan untuk pemetaan dan advis, mau kuliah di mana, jurusan dan fakultas apa hingga peluangnya bagaimana. Tahun ini kami berharap ada 100 pelajar berprestasi tetapi kurang mampu di Way Kanan tahun ini bisa mengikuti Sanlat BPUN,” kata dia.

Sanlat ini merupakan program berkualitas yang siap membimbing pelajar memasuki Perguruan Tinggi Negeri idaman dengan biaya sangat murah, minimal 10 kilogram beras maksimal 20 kilogram beras, berbeda jauh dengan di Bandar Lampung yang informasinya mencapai Rp1,8 juta.

Ia menyarankan, setiap peserta Sanlat BPUN nantinya wajib mendaftarkan Bidik Misi (bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu).

“Saya ikut Sanlat BPUN Way Kanan 2015, lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan Bidik Misi. Alhamdulillah biaya konsumsi juga ditanggung. Jadi jangan ragu untuk ikut BPUN,” ujar Dicky Aprizal, alumni Sanlat BPUN Way Kanan yang saat ini menjadi mahasiswa Universitas Lampung. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Sumber : NU Online