PC GP Ansor Probolinggo Gelar Sanlat BPUN 2016

Posted on Posted in News, Terbaru

PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Probolinggo menggelar Pesantren Kilat Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) Tahun 2016. Kegiatan yang dilakanakan di kantor PC (Pimpinan Cabang) Ansor Probolinggo JL. Raya Dringu Probolinggo ini diikuti oleh 126 siswa kurang mampu dan berprestasi Se-kabupaten Probolinggo yang hendak malanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia secara gratis dan mendapatkan beasiswa, Kamis (14/4).

Pantauan suarajatimpost.com di lapangan, sebanyak 126 siswa tersebut adalah utusan dari Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan Sederajat, yang sebelumnya sudah di saring terlebih dahulu dari sekolah asalnya. Namun dari 126 pendaftar, panitia nantinya akan melakukan penyaringan dan menyeleksi lagi sehingga hanya 60 siswa saja yang berhak mengikuti Sanlat BPUN 2016.

“Untuk tahun 2016 ini sudah masuk angkatan ke 6 mas, dan sekarang ini masi proses tecnical meeting mas, nanti hari mingggu kita adakan seleksi lagi. Kita hanya ambil 60 siswa saja,untuk IPS 30 dan IPS 30 mas”ujar Muchlis, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo.

Setelah lulus seleksi, 60 siswa tersebut selanjutnya akan di karantina selama 1 (satu) bulan penuh di Pondok Pesantren HATI di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo untuk di berikan pembekalan. Selama hari senin sampai jum’at, para siswa akan dilatih oleh tutor sesuai dengan jurusan yang dipilih agar dapat lulus di PTN. Dan akan direview untuk mengikuti try out di hari sabtunya. Sedangkan untuk hari minggunya peserta akan mengikuti kegiatan outbond yang berisi peningkatan ibadah, kepemimpinan, keorganisasian dan pengetahuan kewirausahaan sehingga mereka bisa hidup mandiri setelah masuk di PTN nanti.

“Kami tidak ingin peserta sanlat nantinya setelah di PTN terpengaruh dengan organisasi-organisasi radikal yang berkeliaran di kampus dan apalagi menentang NKRI mas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pria berkacamata asal desa Patokan kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan bahwa para siswa yang sudah diterima di PTN dan telah lulus, diharapkan dapat bermanfaat untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo itu sediri. Sehingga sebagai putra daerah mereka dapat meningkatkan serta maemajukan daerahnya sendiri.

“Yang di terima di PTN harus menandatangani Pakta Integritas mas. Selama kuliah mereka harus berprestasi, dan setalah lulus harus kembali ke probolinggo. Dan harapannya tahun 2020 IPM probolinggo bisa masuk 10 besar di Jawa Timur,” pungkasnya. (*)

Sumber: Suara Jatim